‘Rumah’ Orang Mati

Nataniel

Nataniel

Photographer, content designer and trader

. . .

Membaca judul diatas pasti membuat kita mengernyitkan dahi. Orang mati punya rumah? Ya, itu terjadi di Toraja. Sebelum ajaran nasrani masuk ke toraja, terdapat kepercayaan kuno yang disebut Aluk Todolo. Ajaran ini sama seperti ajaran animisme dan dinamisme  yang lain. Ajaran ini mengatakan, jika seeseorang mati, dia kan pergi ke alam nirwana (dalam bahasa toraja disebut Puya) yang letaknya di bagian selatan. Orang toraja percaya kehidupan datangnya dari utara dan kematian akan bermuara ke selatan. Dia akan membawa harta kekayaan yang dia miliki selama hidup di dunia. Untuk Pergi ke Puya, dia akan mengendarai hewan-hewan sperti kerbau. Maka dari itu, ratusan kerbau dan babi bisa dikurbankan pada pesta kematian di Toraja.

Pada jaman dahulu, untuk ‘menguburkan’ mayat dapat dilakukan dengan menyimpannya di gua pada tebing-tebing gunung yang terjal. Kemiringannya bisa sampai 90 derajad. Hal ini agar harta yang disertakan dalam gua itu tidak dapat diambil oleh orang. Semakin tinggi gua tersebut, maka semakin tinggi status sosial yang dia miliki. Lain lagi jika yang meninggal adalah bayi. Bayi yang meninggal itu akan dimasukkan ke pohon besar yang telah dilubangi terlebih dahulu.

Kebiasaan itu (‘menyimpan’ hasad) masih berlangsung hingg saat ini. Namun karena pengaruh agama dan modernitas, tradisi menyimpan mayat di tebing/gua dan pohon sudah jarang ditemui. Sekarang masyarakat toraja lebih memilih membuat rumah kecil untuk ‘mengubur’ jenazah yang disebut Patane. Rumah itu dibuat dari tembok dan arsitekturnya macam-macam. Bisa berbentuk rumah adat toraja (tongkonan), gereja, rumah modern dll. Itu tergantung dari kemampuan dari keluarga masing-masing. Yang menarik adalah, ada yang Patane seperti villa. Patane tersebut memiliki penjaga yang disewa oleh keluarga. Hal ini disebabkan karena di patane itu terdapat harta orang meninggal tersebut. Petinya terbuat dari kayu mahal dan diberi hiasan dari lempengan emas dan manik-manik yang terbuat dari uang. Jadi jika tidak dijaga, pasti pencuri akan tertarik untuk mengambilnya, walaupun butuh nyali besar. :D.

Dalam satu patane bisa ‘dihuni’ oleh satu-dua orang (misalnya pasangan suami istri) dan ada juga yang ‘dihuni’ oleh satu keluaraga, bahkan ada yang ‘dihuni’ oleh keluarga turun-temurun (bisa sampai 5 generasi).

Leave a Reply

Archives