i'm nate

wanderlust

Menu Close

Page 2 of 43

Hej

mampir bersih-bersih debu :D

Stress

Stress mungkin sudah menjadi bagian hidup dari manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari karena diputusin pacar, kehabisan uang, atau kehilangan pekerjaan. Stress sendiri bisa sangat berat atau hanya berdampak sesaat. Stress berat bisa menjadi momen yang dianggap sebagai titik terendah dalam hidup. Jika stress sudah membuat seseorang kehilangan harapan atau putus asa.

Entah mulai dari kapan gw merasakan stress pertama kali, yang gw anggap sebagai momem-momen penting dalam perjalanan hidup gw. Mungkin ketika mencuri mangga tetangga sebelah terus gw gak keluar rumah seharian. haha. Tapi gw mau menuliskan momen-momen stress yang akhirnya memberikan gw pembelajaran yang berarti.

Pertama ketika kelas 6 SD, saat ujian akhir Nasional. Waktu SD gw termasuk siswa yang berprestasi, puncaknya ketika gw bisa mewakili provinsi SulSel di lomba mata pelajaran IPA. Tentu saja pamor gw naik dan pride gw juga tinggi. Singkat cerita, ketika menunggu hasil ujian Nasional, gw sudah tau kalau hasilnya tidak akan bagus karena banyak jawaban yang salah. Gw mulai stress disitu, gw gak bisa tidur. “Mau ditaruh dimana muka gw”. Ternyata gw hanya peringkat 6 di sekolah. Stress itu berlanjut ketika masuk SMP gw juga hanya peringkat 6 dari semua siswa yang mendaftar. Dari situ gw mulai belajar ‘menerima kekalahan‘.

Kedua adalah ketika SMP. Waktu itu gw sangat aktif di kegiatan Pramuka, sampai gw menjadi Pinru dan menjadi senior yang ditugaskan untuk mengatur junior-junior. Suatu saat gw membuat kegiatan tramping/hiking sebagai ujian kelulusan Tanda Kecakapan. Di akhir acara, kami berkumpul di sebuah tempat untuk test terakhir. Gw memerintahkan seorang putri untuk berlari mengambil sesuatu. Namun sialnya dia terjatuh, dan kepalanya bocor. Saat itu dunia serasa runtuh, mata gw berkunang-kunang :D. Untung gw masih bisa sadar untuk membawanya ke rumah sakit. Sialnya, putri tersebut adalah anak dari guru BP yang terkenal sangar di sekolah. Keesokan paginya, gw bersama tim disuruh berdiri dilapangan dan diberikan ceramah. Untuk putri tersebut tidak buta karena lukanya dekat dengan alis. Gw belajar ‘tanggung jawab’ saat itu.

Ketika lulus SMA, gw tidak lulus SPMB. Sekali lagi pride gw diuji. Seorang murid yang selalu juara di sekolah tidak lulus SPMB. Kalau yang ini stress nya bertahan lama, sampai setahun. Gw harus menahan malu dan juga harus ikut kuliah di universitas yang tidak terlalu bagus. Perasaan gw selalu gundah karena merasa gw masih bisa jauh lebih baik dari ini, gw harus sekolah di tempat yang orangnya ‘setara’ dengan gw. Sombong sih :D. Tapi karena perasaan ‘tidak puas’ itu yang mengantarkan gw ke ITB, kampus idaman gw. Padahal selama persiapan SPMB kedua, orang-orang tidak mendukung gw, mereka mengatakan kamu tidak akan lolos, saingannya berat. Tapi gw berhasil membuktikan gw bisa. Disitu gw diajar arti sebuah ‘kesabaran’.

Ketika kuliah, stress karena pelajaran mungkin sudah wajar yah. Teman-teman gw di kelas pintar-pintar semua. Pelajaran yang gw terima di SMA levelnya tertinggal jauh. Bahkan teman-teman gw masih bisa tertidur di dalam kelas, tapi ketika UAS, nilai mereka A. Sedangkan gw harus mengerahkan usaha yang lebih. hehe.. Stress sesungguhnya yang gw rasakan malah ketika terlibat di unit kegiatan mahasiswa. Dua kali gw merasakan stress, pertama adalah ketika Unit kami mengalami kerugian besar di salah satu kegiatan tingkat internasional yang diadakan pengurus sebelumnya. Gw harus merasakan bagaimana dikejar-kejar vendor, dipanggil pihak kampus, dicaci oleh alumni, pengurus-pengurus dibawah gw yang tidak kompak, harus mengambil keputusan yang sangat penting untuk menentukan perjalanan unit kedepannya. Dari semua itu mungkin gw dianggap sebagai ketua yang paling ‘labil’ sepanjang sejarah. Hehe. Disini gw belajar pentingnya ‘koordinasi’ ,  ‘kepemimpinan’ , ‘wibawa’, ‘pendirian’, ‘relasi’.

Tahun terakhir di kampus gw masih harus berurusan dengan Tugas Akhir. Gw sempat ganti judul dan mendapatkan topik yang cukup menantang karena harus membantu dosen yang sedang mengambil gelar doktor di Belanda. Topik tugas akhir gw diambil dari salah satu sub bab disertasi beliau. Ternyata setelah gw lakukan penelitian dan percobaan, module yang gw buat tidak mungkin dibuat di Indonesia karena keterbatasan alat. Jika dipaksakan untuk dibuat di belanda, gw baru lulus bertahun-tahun berikutnya karena harus topiknya pasti berkembang. Akhirnya diputuskan untuk menyederhanakan batasan permasalahan gw. Nah, ketika gw sudah hampir selesai mengerjakan TA, datanglah musibah berikutnya. Waktu itu gw menjadi salah satu tim pencarian dana untuk kegiatan Unit. Sialnya, selama penyebaran proposal dana, ada oknum yang memanfaatkan proposal tersebut. Jadi dia memalsukan tanda tangan rektor. Bodohnya, proposal itu kembali ditujukan ke kantor kampus. Tentu saja orang di kantor curiga. Akhirnya gw dipanggil oleh pihak kemahasiswaan. Gw diancam akan dipecat.

“Wah, kamu bisa dikeluarkan dari kampus secara tidak terhormat kalau begini”.

Gila kannn, udah mau selesai tapi malah dikeluarkan dengan tidak terhormat. Harus bilang apa ke orang tua. Saat itu gw benar-benar pasrah. Gw gak bisa tidur beberapa hari, selalu takut ketika mendengar hp gw berbunyi, apakah itu dari kantor kehormatan kemahhasiswaan. Kalau diceritakan detail, dramanya benar-benar menyakitkan. haha. Tapi akhirnya gw tidak jadi dikeluarkan karena bantuan seorang dosen yang bisa menjelaskan duduk perkaranya dengan jelas. Sebenarnya kejadian ini tidak akan terjadi jika salah ‘seorang’ anggota kami tidak memanggil oknum yang melakukan kebodohan itu. Dari kejadian ini gw belajar untuk ‘tenang’.

Yang terakhir adalah ketika gw keluar dari pekerjaan gw yang pertama. Bodohnya adalah gw keluar ketika gw belum tau mau kerja apa berikutnya. Gw harus mulai dari awal lagi, ikut job fair dan melamar sana sini. Ternyata tidak semulus yang gw bayangkan. Gw harus menjadi pengangguran selama 4-5 bulan. Selama masa penantian itu, gw sudah pasrah akan mengambil pekerjaan apapun yang menerima gw. Jual murah. haha. Tapi untungnya gw masih bisa menahan-nahan sampai akhirnya sampai akhirnya Tuhan memberikan pekerjaan yang baik.  Yang paling gokil adalah saat itu gw diterima di salah satu perusahaan baja dari Korea, bukan krakatu posco yah, tapi gw tolak karena gajinya kecil. haha. oh iya, gw juga dichallenge untuk bisa minum soju bersama klien nantinya. haha. keputusan yang gw syukuri. Nah, gw makin mengerti akan artinya ‘kesabaran’. Jangan terburu-buru memutuskan sesuatu.

Terus setelah itu tidak stress lagi? Tentu saja masih berlanjut, tapi gw masih menunggu jawabannya. haha. dan akhirnya bisa menyimpulkan apa yang harus gw pelajari.

 

Media dan kasus Jessica – Mirna

Gak di grup WA, di rumah pun pas lagi pulang cuti, yang dibahas pasti kasus Jessica-Mirna. Kasus ini sepertinya memang jadi trending topic di negri ini. Tiap sidang pasti disiarkan langsung oleh minimal dua stasiun TV. Seperti kejadian luar biasa, mengalahkan peristiwa banjir atau kebakaran yang saat ini juga sedang terjadi.

Semua berawal dari peristiwa di Cafe Olivier Grand Indonesia. Jessica dan Mirna berada di TKP di saat bersamaan, dimana Mirna sebagai korban. Banyak pihak terutama masyarakat meyakini kalau Jessica adalah pelakunya. Mama saya aja ngotot kalau lagi nonton sidang, “Kenapa gak langsung dipenjara aja?”

Mungkin sebagai masyarakat awam, kita mudah tergiring oleh media yang kadang-kadang tidak menyajikan semua fakta yang ada. Ujung-ujungnya membentuk opini publik. Namun opini publik ini belum tentu salah juga, bisa jadi kebenaran tercermin di opini tersebut. Read more

Toleransi? Lihatlah di Toraja

Salah satu topik yang menjadi pusat perhatian masyarakat dan isue yang sangat sexy untuk di-blow up  media : Toleransi.

Hampir setiap bulan kita mendengar berita yang mencederai toleransi di negri ini, disamping kasus Jessica yang belum kelar-kelar. Mulai dari pembakaran Wihara sampai penyerangan sejumlah oknum ke sebuah Gereja. Masyarakaat mulai mempertanyakan, pakah di negri ini masih ada toleransi antar umat beragama?

Indonesia selalu [mengaku] bangga akan tolerasi beragama yang dijunjung tinggi. Namun bagi saya sendiri itu hanyalah sebuah fatamorgana. Mungkin toleransi di negeri ini jauh lebih baik dibandingkan dengan di negeri lain. [Mungkin!]. Tapi dari beberapa negeri yang pernah saya kunjungi, toleransi mereka jauh lebih baik dibandingkan negeri ini. Ironisnya negeri itu tidak beragama. #sigh.

Kembali ke topik. Contoh yang sangat jelas mengenai tolerasi beragama adalah kebebasan untuk melaksanakan ibadah. Terus terang di tulisan ini saya akan menulisakan friksi antara kaum mayoritas (Muslim) dan minoritas (non muslim) dimana kaum mayoritas memiliki ‘keleluasaan’ untuk membatasi sang minoritas. Kenapa? Karena itu yang saya saksikan. Read more

Lyfe!

ah, my last post was three months ago..

Where have I been? I’m still here, in-the-middle-of-no-where, Tembagapura. In the last three months, I really enjoy my life as traveller. On may I had a vacation to South Korea, with two friends. I have not made a post about it, too busy arranging the next itinerary :D. I will launch it soon!. And on may I went to Bali with my sister and my cousin.

IMG_3270 (Large)

About works? hmm.. I think I made a progress that my mentor trust me to continue his project. Well, its not that complicated, but still a great chance to improve my skill. I hope I can explore more. Its depends on the freeport timeline that always delayed -.-

One thing that I really enjoy about this place, as I told before, the scenery! I can go hike with my friends every Sunday, if the weather is good. I have a list of place that I want to explore with my camera. Read more

Ketika rakyat ingin memilih pemimpinnya sendiri

Ahok, sebuah gebrakan yang luar biasa di kancah perpolitikan Indonesia. Gebrakan ini tentu saja tidak terjadi begitu saja, tapi dimulai ketika pemilihan umum untuk presiden periode 2014-2015 ketika Jokowi akhirnya memutuskan utuk maju sebagai calon presiden.

Sebelumnya, Ahok dan Jokowi tidak terlalu memliki popularitas yang tinggi ketika mereka mencalonkan diri menjadi orang nomor satu dan dua di Jakarta. Entah bagaimana mereka bisa memenangi pertarugan melawan gubernur sebelumnya. Namun hal itu berubah ketika mereka berhasil membawa perubahan sedikit demi sedikit pada wajah Jakarta yang sudah di tahap memprihatinkan. Mereka menggebrak budaya-budaya kotor yang sudah mengakar di system pemerintahan, sampai memperbaiki tata kota. Dari situ masyarakat melihat bahwa masih ada orang yang benar-benar ingin memperbaiki Jakarta dengan cara yang lebih bersih.

Ketika Jokowi menjadi calon presiden, banyak dukungan yang dieroleh dari seluruh penjuru negri ini. Mereka melihat sosok yang tepat untuk membangun negri ini, bahakan ada yang mengatakan Jokowi adalah titisan ‘sesuatu’ setelah beberapa ratus tahun, dan kita harus memanfaatkan momen ini. Perjalanan Jokowi tentu saja tidak semulus popularitas yang diterimanya, banyak juga yang berusaha menghalangi, terutama politikus yang merasa terancam. Namun sekali lagi, dukungan masyarakat sangat mengambil peranan penting. Saya ingat ketika hari pemilihan, banyak anak muda yang sebelumnya apatis, termasuk saya, rela untuk mengurus surat ke kelurahan agar bisa ikut memilih di tempat perantauan. Read more

Toraja or Brazil ?

Everyone knows the statue of Christ The Redeemer in Brazil. It is a popular tourist destination in South America, especially for Christian people. And now, we have it also in Toraja. Its called Christ The King. The height is taller than the one in Brazil. It was built two years ago and it almost finish now.

IMG_1113

Waiting for Sunrise

I have been there several time to take picture from above. This morning, ramdomly I decided to climb again. It was a perfect moment because the mountain is covered by the mist and cloud. I went there by motorcylce. The road is better than before. It took about 30 minutes from my home. Read more

Chitato Rasa Indomie

Jadi semenjak gw diungsikan ke tempat terpencil, banyak hal-hal kekinian yang gw lewatkan. Biasanya gw termasuk orang yang paling update. 8-)

Sebut saja film-film terbaru, entah sudah berapa judul film yang gw lewatkan. Di Tembagapura sana akses untuk nonton sangatlah terbatas, hanya bermodalkan copian film dari teman atau nonton dari HBO. Kalau mau download tentu saja harus berkorban quota internet yang jatah cuma 8GB.

Trus akhir-akhir ini lagi heboh tentang varian baru dari kripik yang legendaris itu, Chitato. Mereka mengeluarkan varian baru dengan rasa Indomie. Emang tak terbantahkan lagi, Indomie memiliki ikatan batin yang erat dengan rakyat terutama mahasiswa yang pernah merasakan kehabisan uang.

Kebetulan pas liburan kemarin di Bulukumba, gw nemuin di Indomaret. Tinggal 2 bungkus, sepertinya laku keras. Tanpa pikir panjang gw langsung ambil trus cuss ke kasir buat bayar. Read more

Tanjung Bira, Bulukumba

I spent my first week of my vacation this time at Bulukumba, visiting Bara beach. It supposed to be in January, but after having discussion with hostel owner, Jordan, he recommended me to come on March. He was true, this month is the best time to enjoy the beach, no rain and cloudy sky.

 IMG_1060

After landed in Makassar, I stayed at really cheap hostel at Panakkukang. It was only 75K with great facility and breakfast. #heaven. Haha. It is Makassar Guest House. If you want to stay at makassar for couples of day, this hostel can be one of your choice. Located in the central of makassar.

On the next day, I went to Malengkeri Terminal to catch my ‘bus’ to bulukumba. I was lucky because as I arrived there, a ‘bus’ just want to depart. On that ‘bus’ I met Isabele and Julia, and they become my travel mate for two days. Read more

Bestman

IMG_1072

So, on the last January, I had my another first time, become a Bestman for my friends wedding. Friends? yes, both of them is my friend. They are Levi and Albert. Several months before, they ask me if its pssible for me to attend their wedding later. It was a tough decision because I can guarantee that I will be in Indonesia or Jakarta at least at that time. But eventually, I made it.

12792214_10153525513826483_2156373782892550365_o

I knew Levi first and then Albert. I met levi at St. Therecia Church Menteng. We have a kind of ‘gank’ contains I, Levi, Mely, Dayana, and Jimmy. Since then we spent our weekend together. Moreover, we are quite new in Jakarta, so we shared more experience. Sometimes we went to mall that far away from Central Jakarta. Another time we enjoyed a vacation at Pulau Pari, we went to puncak, and many more. Oh, twice or more we spent our night at nice hotel. We dont need to pay because Day have a good connection to some hotels, so we got free. Haha. And then Levi met Albert. The gank become more crowded.

The wedding party took place at Novotel Bandung. Luckily, I got day off for three weeks and perfectly matched with Albert’s wedding. I was very nervous before the wedding, worse than Albert. #sigh. Levi and Albert seemed really busy with the WO. It was such a goood lesson for me, and Daya to. Oh, the bridesmaid is Day.

I tried to overcome my nervousness by reading some blog that explain about wedding party. I preapare some stufs that recommended by that blog that I have to keep it in my pocket all the time. I bought some tissue, oil papaer, aid-band, etc.

Not only nervous, I also feel embarassed because I am the only non chinesee on this circle. Especially when I met their family. Oh, I have to learn many things. Fortunately, they did not care really much. I hope so.

At the end, It was really great time. We delivered our job as good as we can. There was a funny moment when I have to dressed Alber for photo session. It was really awkward. And also the moment when Albert’s parents ‘gave’ Albert to me to be escorted to bride’s place. I gave a wrong “pai” ( greeting in chinesee tradition). Arghh…

And now I have extra experience in my life. I have still two chance to become bestman, since Its only allowed for three times.

Congrats Albert and Levi! Happily ever after!

*I am waiting for the video and edited photo from the WO. They are very tallented.

Living in Papua

Hello World!  Hello from the other side.

So, here I am, at Papua. It has been almost four months after my first landing at Mozes Kilangin Airport at Timika. We supposed to be here since half year ago, but because of some circumstances we were not allowed to be moved. I work at Freeport Indonesia as representative of my company, Midroc Automation. We are ten people which is seven Swedish expatriates and three Indonesian.

I remember when my friend sent me a message, ” Where are you now? Which part of Indonesia?”

Honestly, I was kind of worried about the work place here before we came. I think about the hard environment, the culture, the altitude and many more. Typical me, over-thinking :D. But after living here for some days, I started to love this place.

View from my appartment

The thing that I love is the weather and the scenery. It is really beautiful here, we are surrounded by mountain and there is a lot of water fall on it. Its like the scene of Avatar movie. hehe. The air is very cold, below ten degree. Sometimes it is sunny but on the other day it will be really foggy.

About the food, actually it is really good (for the first two weeks). They serve western and Indonesian food every day at mess hall (canteen). We can take as much as we want. They also serve desert, for instance ice cream and cakes.  But then I felt really bored with those foods. I miss the Ikan asin and tempe tahu. Moreover, the food makes my cholesterol even worse. It is 264 for now. Its really high (dangerous zone). Read more

Mount Rinjani

#sembalun #summit #hypotermia #sunset #sunrise

Those are our main topic for three days in Lombok. Yes, we were at Mount Rinjani!

12139942_10206596458303173_6274400458404957064_o

Two weeks ago, my friend posted on whatsapp group about travelling to Lombok and conquer the legendary Rinjani. “It is my call”. Without hesitation I contacted my friend and promise him if my schedule fit with his plan, I will join. And then, It turned okay.

*for more photo, please visit

Every mountain top is within reach if you just keep climbing.

I went to Lombok alone at Tuesday afternoon. I booked a flight at Batik Air, unfortunately the departure was from Halim Airport. That was my first time to visit this place. The airport is really small compare to Soetta Airport. I love Batik Air, I get Garuda taste with cheaper price. I also can use my earphone to watch the movie.

I met Mail and Rhey at Lombok Airport two hours later, they took the latest flight. In one our our driver came to pick us up. He is really generous, he gave us a free of charge to spend the night at his home. Actually, our plan was to sleep at airport, but he explained that it was a terrible idea. And thats true, no one stayed at airport. Eventhough I still can sleep well until sunrise. Read more

Fun Gathering

Another gathering of my choir. This year is 10th anniversary of my choir so we celebrate it more merrier . We had outing, concert, sarasehan, and mass several months ago.

A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out

After finishing our sunday service at Vatican Embassy, we went to Pondok Indah, home of one CVJ member. She a rich lady yet very generous. She prepared her home for our venue. Different from previous gathering, this one is more relax, we just had lunch together and delivered a game.

The game was quite challenging, we were separated in to five groups. Each group had to vote their own leader and take one task from  committee. We were given bunch of straws. The objection is to build a ‘thing’ based on our leader selection. My group had to build a bridge.  Read more

Shin Splints

I am confident with my decision that I should stop running for a while. I got injured on my leg especially the shin-bone. They said its called shin splints.

The injure occurs after we did some over do, wrong technique, or wrong equipment while exercising. For the past 2 year, I managed to run/jogging and swim regularly. Those are my kind of sport. There is nothing wrong with the swimming except I still can not use free-stroke very well :p

Lets talk about running. Recently, I feel some pain on my shin bone. It always hurts after I run for hundreds meter. Eventually, I can not run a long track that I used to be. I tried to give it a rest for several days even weeks, and I started to run again. But the same symptom occurred even worse. Read more

Norwegian Wood

Once upon a time, I went to Kinokuniya my my office mate after having our lunch. I wanted to take a look some book about project management. I realized I lack of knowledge about project management. Unfortunately, the price is unbelievable. My friend told me that he has some ebook in his storage and promised to send me later.

“Hei, I know this book” I took a book from the shelve. Norwegian Book, by Haruki Murakami. It brought me to a posting that my friend casting on his path ‘reading Norwegian Wood’ and some dirty comment about it. haha. But I knew this guy, he wont read any crap book. So I considered that it was a really good book.

“I have read that book” my friend told me.

“How was it? Do you recommend this book to me? You know lah my genre.”

“Hmm.. well it is a good book, but not a really good book. Eventually I talk to my self “Why am I reading this book? “

“So?” Read more

© 2019 i'm nate. All rights reserved.

Theme by Anders Norén.