Selamat Ulang Tahun yang ke 54 buat almamater tercinta, kampus ganesha, Institut Teknologi Bandung. Semoga slogan “Selamat datang putra putri terbaik bangsa” juga dapat menghasilkan generasi terbaik penerus bangsa. Aminn..
2 Maret adalah salah satu tanggal penting dalam kalender protokol ITB. Hari ini merupakan peringatan hari jadi ITB dimana selalu diadakan sidang terbuka yang dihadiri oleh peting-petinggi di kampus ini dan juga tokoh-tokoh bangsa dan masyarakat. Biasanya sidang terbuka diadakan di Aula Barat ITB. Mungkin gw sebagian dari segelintir mahasiswa yang dekat dengan perayaan ini ? tanya kenapa?
Bagi kebanyakan civitas akademi itb, perayaan dies natalis tidaklah terlalu special. Hanya berlalu begitu saja, cenderung lebih ke rutinitas yang itu-itu saja. Dies hanya “diperingati” oleh kalangan terbatas saja. Kecuali pada saat perayaan Dies Emas 50 Tahun ITB yang diadakan pada tahun 2009, yang perayaannya super megah, rangkaian acaranya dilakasanakan dalam setahun.
Terus kenapa gw bisa masuk dalam “kalangan” terbatas itu?. Jadi gw dulu ikut dalam salah satu unit di itb yaitu paduan suara mahasiswa (psm). Unit psm selalu diundang untuk mengisi acara-acara itb baik protokoler dan non-protokoler. Salah satu keuntungan masuk di unit ini adalah kita bisa dekat dengan rektorat. Benar-benar dekat! (selain urusan protokoler tentunya). Selain itu bisa bertemu banyak orang-orang penting di negri ini seperti mentri dan pengusaha-pengusaha besar.
Mengikuti acara protokoler itb memiliki pengalaman tersendiri, mulai dari yang bahagia sampai yang “tidak untuk diingat” (pernah ditegur mentri karena waktu itu anaknya wisuda tapi kita nyanyinya kurang oke). Oh iya, acara protokoler itb itu macam-macam, contohnya : Wisuda ( 3x setahun), Dies (sekali), Profesor Mangkat (unlimited), Peringatan Ultah PT Teknik (sekali), dll.
Dies, acara yang paling ditunggu-tunggu setidaknya pas jaman-jaman gw. Tentunya bukan pidato ilmiah oleh profesor yang kadang bahasanya abstrak tapi makanannya!. Sudah kodrat mahasiswa untuk mencari makanan gratisan. Tapi ini bukan sembarang makanan gratisan, prasmanan yang tentunya dijamin kualitasnya karena tamu yang diundang juga gak biasa. Kalau orang tua kan makannya dikit-dikit aja tuh, jadi kita-kita yang menghabiskan makanan. Mirip wisata kuliner, dari stand satu ke stand yang laiannya. Paling gw ingat adalah Lidah Keju. enankkk.. Dan salah satu legenda hidup di psm adalah saudara Hachi. Dia pasti tidak akan melewatkan acara ini, dia selalu membawa tupperware untuk bungkus makanan dan dibawa ke kost. Smart!.