JIka anda mengikuti berita selama sepekan kebelakang, pasti berita wikileaks sudah tidak asing di telinga anda. Kasus bocornya dokumen-dokumen rahasia  di situs ini cukup membuat pihak USA dan negara-negara terkain kalang kabut. WikiLeaks  memperoleh ratusan ribu informasi berkatagori rahasia, baik yang berupa memo atau laporan diplomatik dari sejumlah kedutaan besar dan departemen luar negeri AS mengenai sikap para pemimpin dan pemerintah sejumlah negara atas beragam isu yang isinya sangat berbeda dengan yang diutarakan ke publik ataupun tidak pernah dipublikasikan.

Beberapa kalangan menyebutkan bahwa dokumen-dokumen yang ada di situs tersebut tidak dapat digunakan sebagai acuan yang valid. Sebagai acuan, dokumen di USA tidak dapat diperoleh semudah itu bahkan dokumen yang sudah bersifat declassified atau tidak rahasia lagi sangat sulit untuk memperolehnya.

Dokumen yang dipublikasikan tersebut merupakan  laporan kawat diplomatik dari tanggal 28 Desember 1966 hingga 28 Februari 2010. Kumpulan data berasal dari 274 Kedubes, konsulat, dan kantor misi diplomatik AS di mancanegara.

 

 

 

 

Saat ini, Julian (redaksi situs wikileaks) tengah diburu oleh Amerika Serikat, namun bagi Julian hal itu tidak membuatnya takut, justru Julian menganggap jika ini adalah kebebasan berbicara sesuai amandemen pertama konstitusi Amerika Serikat. Nama domain terbaru yang dibuat Julian adalah WikiLeaks.de (Jerman), WikiLeaks.fi (Finlandia) dan WikiLeaks.ni (Belanda).