Sundries of Trans Jakarta (7)

Lagi-lagi pagi ini mendapatkan tontonan kocak dari bus trans jakarta.

Jadi ketika melewati halte karet, tampak dua orang bule, pria dan wanita, terjebak di taman pembatas jalan. Mereka ingin menyebrang namun tidak melalui jembatan penyebrangan. Antara tidak tahu atau mau cepat jadi mereka mencari jalan pintas. Mereka makin kocak karena mereka harus melewati pagar tali yang cukup tinggi. Mereka mondar-mandir mencari jalan keluar. Sang pria bahkan melepaskan jasnya dan memberikannya ke temannya agar bisa melintasi pagar dengan leluasa namun tidak berhasil. Sampai bus yang gw tumpangi melanjutkan perjalanan, mereka masih kebingungan sambil senyum-senyum menahan malu.

Semoga mereka sampai di tempat tujuan dengan selamat, tanpa luka-luka atau pakaiannya sobek. :D

Sundries of Trans Jakarta (6)

Hari ini ketika mau pulang ke kost, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi bus trans jakarta tetap aja penuh. Gw berangkat dari halte Sarinah bersama dua teman cewek. Setelah bus ketiga akhirnya kami bisa naik. Ketika gw melangkahkan kaki ke bus, tiba-tiba :

” Tolong yang laki-laki berdiri yah, yang cewek dikasih tempat duduk” teriak petugas busnya.

” Laki-laki emang pasti ‘berdiri’ kali mas”. Continue reading “Sundries of Trans Jakarta (6)”

Sundries of Trans Jakarta (5)

Di postingan serupa sebelumnya, gw cerita tentang petugas Trans Jakarta yang baru. Sekarang gw ada cerita lagi nih.

Jadi tadi habis meeting di daerah harmoni gw memutuskan untuk naik busway, instead of taxi. Bosan naik taxi :P *tajir. Lagian belum jam pulang juga, jadi masih kosong. Awal mulanya semua tentram terkendali, tidak ada keributan, sampai negara api menyerang.. #eh , sampai tiba di halte monas. Continue reading “Sundries of Trans Jakarta (5)”

Sundries of Trans Jakarta (4)

It’s been such a long time‎ I didn’t post about busway. So, how is our busway doing? There are some improvement in its system since the new busway arrived.

First, because of the number of armada increasing, the queue seems not long as usual. It takes only few minutes to get the next bus. So, there is no chance to see my neighbour  BBM anymore :D.

The officer uniform is different everyday. Some day they use the regular orange/red shirt, Wednesday or Thursday they use Betawinese ( kopiah and sarung on their neck like a stola), and batik on Friday. It’s kinda funny when they use Betawinese. Continue reading “Sundries of Trans Jakarta (4)”

Sundries of Trans Jakarta (3)

Couple days ago, there was a new ambience in Trans Jakarta. It because of new armada delivered from China . Some ‘fancy’ bus start to operate in corridor I that connect Kota and Blok M. Since the first launching, however, still on ‘testing’ state, i have tried the bus several time. It is good to see the improvement on our transportation services.

Modern looking design. There are some enhancement of this bus from its predecessor. The bus has two parts that chained by elastic metal so it can accomodate more people. The body is slimmer. It’s construction looks very firm, at least at my first sight. As we know, the old bus has very noisy sound when pass the rough street. There are more pole inside the bus, so the passenger can hold it. About the door, the hydraulic system is placed above the door and covered by the ceiling part. It is more safe than be placed below the passenger seat. There is an alarm when the door is closing or opening. And the green button for emergency door.

The bus also equipped with camera to record the activity inside. I do not know whether it is already work or just a ‘decoration’. Some electronic panels can be found in this armada. It indicate the destination an also the air temperature. We can say, it is smarter than its old-brother. :D Continue reading “Sundries of Trans Jakarta (3)”

Sundries of Trans Jakarta (2)

bule lucu

jadi har ini gw ke bogor buat ketemu klien. gw gak sendiri tapi bareng team dan orang jepang. karena mr. japan ini mau ke surabaya jam 8 malam, kami pulang cepat dengan harapan bisa tiba di hotel jam 4. tapi ternyata kami tiba jam 5.30. semua karena macet. setelah dari hotel mengantar mr. japan, kami menuu kantor. dari kantor gw langsung pulang. ngantuk euy. seperti biasa naik busway dan mesti ngantri. truss sudah, itu aja… :P. Continue reading “Sundries of Trans Jakarta (2)”

Sundries of Trans Jakarta (1)

satu batu dua burung

jadi saat itu gw berangkat dari halte bundaran HI menuju benhil. ketika tiba di duku atas, ada seorang wanita (w) yang tiba-tiba naik di pintu drop penumpang. harusnya dia kan ikut antri di pintu masuk. melihat itu petugasnya marah2. kebetulan ada mba jilbab (mj) dan mas2(mm).

mm : antri dong bu, jangan lewat sini. *sambil menutup pintu bus.

w : kan lansia *sambil bergerak cepat menuju ruang khusus wanita.

mj : lansia apanya, masih kuat gitu. semua orang jug antri bu  *dengan suara lantang.

ketika tiba di pintu naik penumpang, seorang bapak naik. Continue reading “Sundries of Trans Jakarta (1)”

serba serbi busway

semua makhluk di bumi jakarta pasti tau yang namanya busway. moda transportasi yang diharapkan bisa mengurangi kemacetan di ibu kota, walaupun sampai saat ini belum begitu efektif. terlepas dari efektif atau tidaknya busway ini, ada sejumlah cerita menarik di trans jakarta ini, setidaknya dari kacamata gw. :)

> pada tau gak sih klo trans jakarta itu hasil percontohan dari salah satu negara di amerika selatan? tepatnya colombia. konon warnanya pun sama. :)

> sampai saat ini ada 11 koridor yang beroperasi di jakarta. menghubungkan semua distrik di ibukota. dari utara ke selatan, dari timur ke barat dan pastinya melewati pusat ibukota.

> halte central terletak di harmoni. halte yang lebih besar dari yang lainnya. hampir semua busway melewati halte ini, maka tidak heran kalau halte ini tidak pernah sepi, bahkan terkadang kelebihan kapasitas.

> antrian panjang adalah hal yang lumrah di semua halte busway. apalagi di harmoni dan dukuh atas. kadang antrian sampai ke jembatan penyembrangan. cape deh. Continue reading “serba serbi busway”