Media dan kasus Jessica – Mirna

Gak di grup WA, di rumah pun pas lagi pulang cuti, yang dibahas pasti kasus Jessica-Mirna. Kasus ini sepertinya memang jadi trending topic di negri ini. Tiap sidang pasti disiarkan langsung oleh minimal dua stasiun TV. Seperti kejadian luar biasa, mengalahkan peristiwa banjir atau kebakaran yang saat ini juga sedang terjadi.

Semua berawal dari peristiwa di Cafe Olivier Grand Indonesia. Jessica dan Mirna berada di TKP di saat bersamaan, dimana Mirna sebagai korban. Banyak pihak terutama masyarakat meyakini kalau Jessica adalah pelakunya. Mama saya aja ngotot kalau lagi nonton sidang, “Kenapa gak langsung dipenjara aja?”

Mungkin sebagai masyarakat awam, kita mudah tergiring oleh media yang kadang-kadang tidak menyajikan semua fakta yang ada. Ujung-ujungnya membentuk opini publik. Namun opini publik ini belum tentu salah juga, bisa jadi kebenaran tercermin di opini tersebut.

Kalau dari pendapat pribadi gw, berdasarkan dari info-info media yang gw baca/dengar, gw meyakini kalau Jessica adalah pelakunya. Hehe.. Banyak bukti-bukti yang mengarah ke dirinya. Yang jadi masalah adalah bukti itu tidak cukup kuat untuk menjebloskan Jessica. Contohnya ketika dia mensetting papaer bag agar menutupi bagian tertentu meja tempat mereka duduk. Sepertinya ini adalah adegan terpenting dalam kasus ini.

Terlepas dari siapa yang benar dan salah, kasus Jessica Mirna ini bisa menjadi satu pembelajaran penting buat masyarakat. Disini media juga memberikan kontribusi untuk mencerdaskan masyarakat dengan menambah ‘pengalaman’ bagaimana sidang itu berlangsung. Bagaimana saksi-saksi menjelaskan analisa mereka, tanpa membuat kesimpulan pribadi. Bagaimana seorang pengacara membela clientnya dengan cerdas walaupun (kemungkinan) clientnya tersebut adalah pelakunya.

Jadi ada untungnya juga media mengekspos jalannya sidang kasus Jessica Mirna ini. Daripada menonton sinetron yang tidak jelas yang nyata-nyata bisa membuat generasi muda (dan ibu-ibu) menjadi halu. Hehe..

Leave a Reply