Finally, Top of Monas – Kota – Trio – Kokas – Hans and Gretel – Komandan

Sesuatu yah, akhirnya gw #1 bisa naik ke puncak monas. #katro. Jadi sudah beberapa kali gw ngantarin teman ke sana tapi selalu tidak bisa naik karena antrian panjang atau sudah lewat jam 3. Tapi kali ini gw berhasil naik ke puncak tugu nasional ini, walaupun tanpa perencanaan. #random.

Ceritanya begini, pagi-pagi gw dapat bbm dari Adi #2 “Mau ikut makan siang gak?” Setelah mikir-mikir akhirnya gw iyain. Sejam kemudian kami bertemu di Rumah Sakit Medistra. Loh? Jadi disana si Ais #3 lagi jenguk temannya jadi sekalian ketemu disana sebelum menuju Tebet, Doan #4. Seperti biasa, McD Tebet jadi tempat persinggahan tamu-tamu si Doan.

Dari McD muncullah kegalauan, haha, mau dibawa kemana acara hari ini. Usulan Adi ke Amigos, kafe mexico ceunah. Tapi biasalah, pasti ada kata “jadi gak nih?” , “lw mau kemana?”, “gw sih terserah”. Nah kalau kata-kata kunci itu sudah mulai muncul, siap2 aja destinasi berikutnya kalau bukan pulang ke rumah masing-masing, pasti ke suatu tempat yang gak terpikirkan. Trus apa yang terjadi?..

” Ke kota tua yuk ” Doan langsung mengajak. ” yok” #1 , “oke”#2, “boleh aja sih”#3. Secara ajaib, semua meninggalkan kursi masing-masing dan menjuju parkiran. Ke-impusif-an pun dimulai.

Perjalanan ke Kota pun dimulai dengan salah belokan, ke-fake-an Adi klo telpon, bahas video yg ujungnya gak tau, dll. Ketika menuju menteng, kita lewatin Warung Trio. “eh gimana kalau kita wisata kuliner aja?” #4. “boleh aja sih, tapi ke Kota aja dulu, sekalian mulai darisana kulinernya” #1. Semua mulai terencana dengan baik.

“Eh, selama gw hidup di Jakarta dari kecil, gw belum pernah ke monas loh” #4. Diamm… “gw juga sih”#2, “sama”3. Gw dengan bangganya ” gw sudah pernah, tapi belum pernah naik ke puncaknya”. “Gimana kalau kita kesana aja”. AYOOO…

Dan tibalah kita di Monas, dengan membawa mobil masuk ke halamannya setelah membayar 20 ribu. Yes, ternyata sepi. Mungkin masih beberes banjir kali yah orang-orang. haha.. “Yah, Gw lupa bawa kacamata nih” #4. ” iya sih, lagi terik nih” #3.

“Kaca mata-kacamata”… kami melewati abang2 penjual kacamata. Setelah 10 meter kemudian sayup-sayup terdengar ” Kacamata, cuma 10 ribu”… Yap, semua langsung balik kanan tanpa komando, menghampiri si abang. Sumpalah ini, paling kocak, jaimnya luluh karena harga miring. Dan jadilah kami beli kacamata, yang ujung2nya gak gw pake, lumayan buat invest klo backpackingan ntar.

“Btw ntar kita masuknya bayar loh, kita lewat tunnel. Harga beda2, klo mahasiswa lebih murah. Kita ngaku umum aja kali yah” kata gw. Ketika gw menoleh ke belakang, jiahhh.. semua lagi sibuk buka dompet. Kirain ngambil diut receh, tapi oh tapi, dengan senyum bangga mereka memperlihatkan KTM masing-masing. -_-. Gw tetap dengan pendirian ” gw umum ah” sok idealis. Ketika di depan loket, gw mau bayar, belum sempat keluar dari mulut gw klo gw umum dewasa, si Adi nyerobot. Dengan ke-fake-an dia ” 4 orang pak yah, nih KTM kami, satunya lupa bawa pak “, dan 5 detik kemudian tiket mahasiswa sudah di tangan.

Nah, tiket buat naik ke puncak tuh beda lagi dan ternyata loketnya sudah tutup. Hmmm… Melihat atas antrian belum ditutup, kita langsung ngekor dari belakang, masalah berikutnya terserah. Panik juga sih gak punya tiket tp ikut antrian, gimana klo ntar diusir. Pikiran licik muncul, bayar on the spot aja. Pura-pura gw tanya ke ibu-ibu di sebelah harga tiketnya berapa. jadi ntar tinggal nyiapin uang segitu. “ibu, harga tiketnya berapa yah?”. Suaminya langsung jawab “kita gak pake tiket, tadi sudah tutup”. jiahhh. Ternyata orang-orang di depan gw juga gak punya tiket. Akhirnya kita bayar di tempat 10rb per orang ke petugas. gak tau, uangnya masuk ke kas negara atau kantong pribadi.

Selama antrian terjadilah drama, jadi di belakang kami ada dua mahasiswa yang gw yakin gak punya tiket tapi ngaku punya tiket. Wong kita di depan aja gak dapat. Mereka dihampiri petugas “Dek, tiketnya mana?”. ” Wah tadi sudah disobek pak”.  ” Gak mungkin, tempat penyobekannya disini” kata si bapak kekeuh. “Beneran pak”.. “Pasti kalian bohong, silahkan keluar dari antrian”. Karena merasa ketahuan, si mahasiswa ini mengaku. ” Ya sudah deh pak, kita BAYAR bapak aja”. ya tentu saja si bapaknya merasa tersinggung, akhirnya mereka ribut-ribut di belakang. Untung ada seorang ibu yang mendamaikan. Ada lagi anak kecil yang nangis karena tidak mau pisah dengan ibunya ketika naik lift. Ketika tiba giliran kami naik, wah ternyata liftnya super kecil. Gilak, ketakutan akan ruang sempit mulai menghampiri. Bagaimana kalau tiba-tiba macet dan berhenti di tengah jalan. Pasti bakalan hehabisan oksigen. Huoo… Gw berharap bisa segera tiba diatas.

Ternyata pemandangan dari atas puncak monas sangat indah. Favorit gw pemandangan kearah utara, dimana kita bisa melihat laut. Diatas banyak angin, soalnya peelindungnya hanya dari jeruji besi, bukan kaca. Tapi its oke, kita bisa merasakan udara sejuk. Tiba-tiba Adi nyeletuk panik. ” Eh akses kesini cuma lift yah?”. Yaiyalah. Sepertinya semangat EHS benar-benar sudah mendarah daging dalam dirinya. haha..

Setelah foto-foto kita memutuskan untuk turun. Trus wisata kuliner kita apa? haha.. Jadi sebelum pulang kita sempat mencicipi es doger, ketoprak, dan tahu getjrot. Nah destinasi berikutnya kan harusnya Kota. Tapi ternyata….

Kita menuju Kota Kasablanca.

Jadi di kokas sudah ada iota menunggu #5. saat menuju kokas kita masih berencana untuk nantinya ke Trio. Sampai di kokas, makan di lotteria dulu trus akhirnya berujung di XXI. Nonton Hans and Gretel. Ada yang bilang film ini biasa aja. Gw sempat mikir kayak gitu juga sih, pasti improvisasinya gitu-gitu aja. Tapi setelah nonton gw merasa puas. actionnya banyak. Kirain cuma tentang penyihir dan anak-anak yang manis. haha.. ditambah ada adegan yang bukan buat anak-anak.

Setelah nonton, kita kembali uring-uringan. Awalnya mau ke Trio tapi ternyata karena sudah jam setengah sembilan, kita memutuskan untuk pindah venue. WaroenKomando. Selama perjalanan pembahasan mulai ngaco, dari bisnis trus nyambung ke serial Revenge. Gw yang kekeuh kalau season 2 sudah tamat, ternyata belum. haha.. Sampai di warung komando kita disambut dengan musik tempo dulu.

Suasana resto ini cukup unik. Hommy. Barang-barang yang dipajang juga unik unik. Mulai dari kaset jadul, sampai mesin telpon jaman dulu. Makanannya pun juga enak.

Selama makan, pembicaraan pun mulai tak terarah. Mulai dari pelajaran biologi membahas mitosis, vertebrata, molusca, ADP ATP. Lanjut ke kimia membahas deret volta, tabel periodik, reaksi redoks. Bahas film, makanan, dll. Sampai akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

 

 

 

3 thoughts on “Finally, Top of Monas – Kota – Trio – Kokas – Hans and Gretel – Komandan

  1. Akhirnya kesampaian juga ya Nate nangkring di puncak Monas. hehehehe.
    Gw kira tadi beneran ke kota elhakok ke kota kasablanka..

  2. ya ampun akhirnya ga jadi ke kota kan.. malah naik monas dan ke kasablanka.. asik tuh revenge series ga jadi bubar season2nya.. :p
    kog sama ya fav viewnya ke utara.. keren kan.. kelihatan lautnya..

Leave a Reply