Toleransi? Lihatlah di Toraja

Salah satu topik yang menjadi pusat perhatian masyarakat dan isue yang sangat sexy untuk di-blow up  media : Toleransi.

Hampir setiap bulan kita mendengar berita yang mencederai toleransi di negri ini, disamping kasus Jessica yang belum kelar-kelar. Mulai dari pembakaran Wihara sampai penyerangan sejumlah oknum ke sebuah Gereja. Masyarakaat mulai mempertanyakan, pakah di negri ini masih ada toleransi antar umat beragama?

Indonesia selalu [mengaku] bangga akan tolerasi beragama yang dijunjung tinggi. Namun bagi saya sendiri itu hanyalah sebuah fatamorgana. Mungkin toleransi di negeri ini jauh lebih baik dibandingkan dengan di negeri lain. [Mungkin!]. Tapi dari beberapa negeri yang pernah saya kunjungi, toleransi mereka jauh lebih baik dibandingkan negeri ini. Ironisnya negeri itu tidak beragama. #sigh.

Kembali ke topik. Contoh yang sangat jelas mengenai tolerasi beragama adalah kebebasan untuk melaksanakan ibadah. Terus terang di tulisan ini saya akan menulisakan friksi antara kaum mayoritas (Muslim) dan minoritas (non muslim) dimana kaum mayoritas memiliki ‘keleluasaan’ untuk membatasi sang minoritas. Kenapa? Karena itu yang saya saksikan. Continue reading “Toleransi? Lihatlah di Toraja”

Toraja or Brazil ?

Everyone knows the statue of Christ The Redeemer in Brazil. It is a popular tourist destination in South America, especially for Christian people. And now, we have it also in Toraja. Its called Christ The King. The height is taller than the one in Brazil. It was built two years ago and it almost finish now.

IMG_1113
Waiting for Sunrise

I have been there several time to take picture from above. This morning, ramdomly I decided to climb again. It was a perfect moment because the mountain is covered by the mist and cloud. I went there by motorcylce. The road is better than before. It took about 30 minutes from my home. Continue reading “Toraja or Brazil ?”

Saturday Meet Up

I was waken up by Adrianti call today, it was 7.45am. She asked me whether I have a plan going out for today. I said that I am flexible, then she informed me that our friend, Yoan, is in the hospital now. Yoan has been hospitalized for three days. Anti asked me to accompany her and Hendri to visit Yoan.  Oh, they are my friends from Junior High school.

We met at Carolus Hospital at Salemba. It was very happy moment instead of Yoan condition, but I thinks Yoan need a laughting friends around her to cheer her up. Haha. Yes, and as the our routine meet up, laughing is at everytime, for sure it was because Hendri humor. Several minutes later, Lina and Meyske joined us. One moment that remembered me about our childhood is we always pray for our friend when we visit them. It’s really so sweet. :).

At 2pm, we decided to leave and find our lunch. Hendri asked us if we want to have our late lunch with pork. Everyone said “YES”. Haha.. Typical , torajaneese, lindo pa’piong. :P

There is a Manado Restaurant near the hospital, we can get there by angkot 01. The place is not so wah, it’s like a ordinary warung that we can find anywhere. The menu was so complete. I think all of pork recipe is offered. I choose pork satay and RW. RW is dog meat. hehe.. RW is very popular in my hometown, Toraja, besides pork. But in my opinion, RW toraja is still the best in the world. We had a long conversation and laugh. It always a good time to reminisce our nostalgic moment with old friend.

If you want to visit this restaurant, just go to jalan kramat 5 and find the warung called Tinoor Permai. Oh, the price is very cheap anyway.

Toraja Hari Ini

Sudah 10 tahun lebih gw meninggalkan kampung halaman tercita, Toraja, untuk melanjutkan studi dan mengejar cita-cita. Selama sepuluh tahun itu tentunya gw juga sering pulang untuk bertemu dengan keluarga. Selama itu pula gw merasakan banyak perubahan yang terjadi di Toraja ini. Mulai dari akses ke Toraja sendiri maupun pembangunan fasilitas-fasilitas umum di kota ini.

Dahulu, jika gw ingin pergi ke makassar atau balik ke toraja, selalu menggunakan bus kecil yang ukuran tempat duduknya lumayan sempit. Langganan keluarga gw adalah Toraja Indah. Sebuah bus dengan kapasitas 26 orang tanpa AC, haha.. Namun sekarang, bus yang ke Toraja sudah bus yang super besar dengan fasilitas wah. Mungkin hampir bisa disamakan dengan pesawat. Ruang duduk yang jauh lebih lega, fasilitas AC, toilet, dan juga Selimut yang nyaman. Mungkin jika pernah merasakan kelas business di pesat, rasanya kira-kira seperti itu. Oh iya, satu lagi adalah fasilitas wifi.

Akses kesana pun sudah lebih mulus terutama perjalanan dari Makassar ke Pare-Pare. Jalanan Trans Sulawesi ini sudah full beton, sedangkan dari Pare-Pare ke Toraja masih pakai hotmix namun mulus. Dengan demikian perjalanan lebih lancar dan nyaman.

Sejak awal, Toraja sudah dikenal dengan daerah pariwisata yang terkenal, namun karnena pengelolaan yang kurang optimal, Toraja sering disebut raksasa yang tidur. Saat ini sejumlah daerah wisata mulai berbenah, mulai dari akses Transportasi dan juga Akomodasi. Tujuan wisata yang baru pun bermunculan,  sebut saja wisata rafting, pemandangan alam di Pango-pango, dan wisata religius dimana akan dibangun Patung Jesus yang lebih besar daripada yang ada di Brazil. FYI, patung ini tepat berada di puncak gunung yang dari rumah gw kelihatan dengan sempurna. Thats the point. :D

Terakhir gw pulang kampung, gw mengunjungi gunung Pango-Pango. Puncak gunung ini adalah yang tertinggi di Toraja. Dari sini kita bisa melihat semua daerah di Toraja. Gw baru menyadari bahwa Toraja benar-benar daerah yang dikaruniai keindahan alam yang tiada tara. Banyak gunung yang bertebaran dan diselanya itu masyarakat Toraja bermukim, bahkan sampai di puncak gunung. Pemandangan dari sini benar-benar mengagumkan. Jika kalian ke Toraja, gw sarankan untuk mengunjungi tempat ini.

tangkuban perahu

hari ini gw bareng teman-teman smp gw jalan2 bareng ke tangkuban perahu. kami menggunakan mobil yang kami carter untuk 12 jam. setelah menentukan meeting point kami bertemu di maranata.

oh iya perkenalkan teman2 gw carien, fanny, asyuti, dan yendri. kami berangkat ke lokasi jam 11 siang. perjalanan menuju lembang cukup lancar. walaupun weekend. karena kami berangkat sudah agak siang, kami memutuskan untuk makan siang di lembang. awalnya pengen makan di ampera tapi karena penuh akhirnya pindah ke restoran lain. gw lupa namanya apa.

setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan ke tangkuban perahu. perjalanan masih lancar jaya sampai kami tiba di gerbang tangkuban perahu. kami berhenti sejenak untuk membayar tiket masuk. untungnya kami cuma dikenakan untuk 4 orang, padahal kami ada 6 orang termasuk supir. haha..

lima belas menit kemudian kami sudah berada di lokasi. setlah parkir kami langsung berhamburan menuju kawah. seperti biasa ritual wajib adalah foto2. haha. kami berjalan mengelilingi kawah.

kebiasaan membicarakan orang dalam bahasa toraja tidaklah hilang. setiap bertemu pasti ngomongin orang. mumpung orang lain tidak ngerti. haha.. kami juga sempat mencicipi jagung bakar yang rasanya lezat.. apalagi hawa yang dingin sangat cocok dengan jagung manis yang hangat.

setelah puas kami melanjutkan perjalanan ke maribaya.