Meet by Accident?

Hari senin kemarin, ketika gw pulang berenang dari hotel Saripan, gw menemukan KTP di jalan Thamrin. Kayaknya benda itu sudah diinjak-injak orang karena banyak goretan sana sini. Awalnya gw malas mengambil ktp itu, gw hanya melihat sepintas kemudian melanjutkan perjalanan dengan harapan ada orang lain yang memungutnya. Gw berbapasan dengan dua orang bule. Gw balik badan dan melihat ke belakang, ternyata mereka tidak melihat KTP itu.

Sejenak gw perhatikan, tampak tak ada orang yang lalu lalang lagi. Kemudian gw berpikir, besok pasti ktp itu sudah rusak diinjak-injak orang kalau gw biarkan. Mau berharap pada satpam di perkantoran itu, rasanya mustahil. Bisa saja pemilik KTP tersebut tidak bekerja di daerah itu.

Akhirnya gw balik lagi untuk memungut benda itu. Dari biodata di KTP itu, ternyata pemiliknya seorang koko yang tinggal di daerah grogol. Sampai di kost gw langsung mencari nama pemiliknya di internet. Harapan gw pasti akan banyak informasi yang muncul dari account media social. Namun kenyataan berkata lain, hanya ada account LinkedIn. Wew.. Continue reading “Meet by Accident?”

Demi Sesuap Nasi

Tadi siang ketika gw lagi membeli makan siang di warung langganan, ada seorang bapak-bapak melintas di depan warung. Sejumlah benda hitam yang tersusun rapih menggantung di pundaknya, gw tidak tau benda apa yang dia bawa.

“Remot tivi… remot tivi” kata dia sambil berteriak.

Oh, ternyata dia seorang penjual remot tv keliling. Sejenak gw tertegun. Di jaman sekarang ini masih adakah yang membeli barang dagangan dia? Dagangan beliau merupakan barang yang tahan lama, jadi probabilitas seseorang untuk mengganti atau membeli remot tv sangatlah kecil.

Gw pribadi jika remot tv gw rusak, mungkin gw akan memilih untuk menggantinya di toko yang lebih resmi. Selain itu, penjual itu tidak keliling di satu daerah setiap hari. Hal itu makin menurunkan probabilitas penjual itu bertemu dengan orang/rumah yang membutuhkan remot pengganti.

Pertanyaannya, berapa banyak remot yang dia bisa jual dalam satu hari? entah.

Untuk menambah kemungkinan terjualnya dagangan, dia pasti harus berjualan di daerah dengan cakupan yang luas. Berpindah-pindah setiap hari. Belum habis pikir, apakah dia bisa hidup dengan penghasilan dari berjualan remot? Sepertinya effort yang dia keluarkan tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang dia dapatkan.

Pedagang seperti ini banyak kita temukan dimana-mana. Misalnya seorang bapak tua yang menjual tissue di pinggir jalan, kakek yang berjualan amplop, ibu-ibu yang berjualan pulpen, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan hukum ekonomi, mungkin pekerjaan mereka ini ‘bodoh’. Menjual barang dengan demand rendah. Haruskah kita menggurui mereka? Mungkin saja pendidikan atau keahlian mereka hanya cukup untuk melakukan hal ‘bodoh’ tersebut.

Namun masih ada sisi positif yang mereka miliki, yang mungkin orang berpendidikan seperti kita tidak miliki. Kegigihan mereka. Gw respect dengan usaha mereka, memilih untuk berjuang daripada meminta-minta sebagai pengemis.

Suatu saat, jika kita bertemu dengan mereka, cobalah untuk membeli barang mereka walaupun kita tidak butuh. Cobalah cari alasan untuk bisa membeli dagangan mereka.

“Rejeki sudah ditentukan oleh Tuhan”

CVJ in Concert

Akhirnya gw bisa ikut konser CVJ kali ini. Udah hopeless dengan jadwal gw selama satu terakhir ini, gw tidak bisa ikut latihan karena harus ke sweden. Mungkin ini sudah jalan-Nya sehingga gw masih bisa menemukan ‘kebahagian’ di tengah jadwal gw yang gak jelas ini. hehe.

Konser ini memperingati ulang tahun yang ke-10. Masih muda sih, tapi lumayan berumur untuk dikatakan berpengalaman. Paduan suara yang menkhususkan dirinya untuk membawakan lagu gereja katolik yang aliran klasik polifoni. Bermula dari 6 orang kemudian sekarang sudah mencapai 48 orang. Uniknya lagi paduan suara ini beraggotakan orang yang asalnya dari berbagai paroki di keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Bogor. Untuk lebih jelasnya bisa kunjungi web ini. PS, webnya gw yang bikin loh :D #sombong

 

Beberapa bulan lalu gw udah malas karena jadwal keberangkatan gw sudah mepet. Jadi gw gak semangat untuk mempelajari lagu-lagunya. Terus ketika disuruh bikin kostum, gw sempat menolak. Tapi mumpung gratis dan bagus, gw bikin aja. Itung-itung bisa buat ke kantor. hehe. Continue reading “CVJ in Concert”

Isyana Sarasvati

One word to describe her : ” beautiful”.

Penyanyi yang bisa dibilang pendatang baru ini cukup fenomenal. Tak hanya bermodal paras cantik, tapi memiliki talenta luar biasa di bidang darik suara dan juga bisa memainkan berbagai instrumen alat musik.

Biasanya gw gak suka mendengar lagu-lagu dari negri kita sendiri, Indonesia, sejak era Kangen Band dll. Mungkin karena lirik dan genre musiknya yang alay menurut gw. *Well, selera musik emang beda-beda sih buat tiap orang. Sampai jaman SMA, lagu-lagu band lokal masih ‘rasional’ dalam bermusik. Lirik yang mereka nyanyikan pun memiliki makna yang dalam, bukan hanya easy listening. Sebut saja Ada Band, Sheila on 7, Peterpan, dll. Sejak saat itu gw gak pernah lagi download-download lagu dalam negri. *maap bajakan. Gw update musik lokal melalui radio atau lagu yang di putar di TV, cafe, atau media lain. Kemudian gw beralih ke musik luar, semua genre gw dengarin yang penting enak di kuping gw. Jadi kalau ditanya gw suka musik apa? Jawabannya ya itu, yang penting asik buat gw. Hehe. 

Tapi sekarang sepertinya musik tanah air sudah mulai kembali ke arah yang benar. hehe. munculnya beberapa artis yang bernyanyi lebih ‘elegan’ dan gak murahan. Contohnya si cantik Isyana ini. Kalau dilihat dari wawancaranya, dia tidak memfokuskan dirinya di satu genre tertentu. Dia mengatakan bahwa dia menggabungkan beberapa genre dalam musiknya. Dia menulis sendiri lagu-lagu yang dia nyanyikan, sebuah pencapaian yang luar biasa buat seorang penyanyi. Continue reading “Isyana Sarasvati”

Keuntungan Harga Dollar Naik

AuA7ou69C23BImfzACLPAWFgIpN31iTS2S3raZ93dl9sHari ini gw terbangun mendapati harga dollar dari bloomberg TV sudah mencapai harga 14.000 rupiah lebih per 1 USD. Gw akhirnya memantapkan diri untuk menukar recehan dollar yang masih gw simpan rapih di sela-sela buku gw. hehe.

Gw punya money changer langganan di daerah ITC Kuningan, namanya Valuta Artha Mas. Letaknya di lantai dua ITC Kuningan. Gw dapat info mengenai money changer ini dari kaskus beberapa tahun lalu. Memang terbukti, harga yang mereka tawarkan lumayan menggoda dibanding dengan money changer yang lain. Perbedaan ini akan sangat terasa jika kita menukarkan uang dalam jumlah yang sangat besar.

Untung gw datangnya pagi jadi belum ramai. Gerainya lumayan kecil, kalau lagi rame bakalan berdesak-desakan dengan orang lain. Pagi tadi hanya ada wartawan yang lagi mengambil beberapa gambar, mungkin dia ingin mengambil momen dimana masyarakat berbondong-bondong menukarkan dollar mereka. Mungkin gw bakalan muncul di koran :P

Gw membawa dollar sebanyak USD 323. Tiga uang USD 100, satu uang USD 20, dan 3 uang USD 1. Ternyata untuk uang satu dollar mereka menilainya hanya 8 ribu rupiah, sedangkan untuk uang 20 USD dihargai 13.800. Untuk uang USD 100 dihargai 14.000, namun karena satu lembar agak terlipat, nilainya berkurang 25 rupiah menjadi 13.975.

Mungkin nilai dollar masih akan naik, tapi gw punya pertimbangan lain. Selain itu gw butuh duit karena belum gajian. haha.

Oh iya, yang masih bingung kenapa dollar bisa naik terus, mungkin video ini bisa membantu dengan penjelasan yang sangat sederhana.

Continue reading “Keuntungan Harga Dollar Naik”

Right and Left Confusion

“Do YOU struggle to tell your left from your right? You’re far from alone, says academic”

Membaca artikel diatas membuat gw sedikit rileks, ternyata bukan gw doang yang mengalaminya. banyak. hehe

Jadi gw ini punya ‘kelainan’ dimana gw susah untuk membedakan arah kiri dan kanan. Hal ini gw rasakan sejak kecil, paling terasa ketika SD. Ketika itu gw ikut pramuka dan harus ikut latihan baris-berbaris yang dikenal dengan PBB (peraturan baris-berbaris). Disitu kan banyak gerakan yang mengandalkan arah, kiri, kanan, belakang. Jadi gw harus ekstra konsentrasi agar tidak salah. Gw waktu itu jarang salah, tapi gw memberikan ekstra effort untuk berfikir dibanding teman-teman yang lain.

Walaupun hal ini terlihat sepele, tapi ternyata untuk membedakan kiri dan kanan, otak membutuhkan proses yang lumayan kompleks. Silahkan baca artikel diatas. Gw pernah menceritakan teman gw mengenai keanehan gw ini, dan mereka cuma bisa heran. “Gitu doang masa lw gak bisa?” ups..

Untuk orang normal, membaca gambar-gambar arah di bawah ini sangat gampang. Tapi untuk orang kayak gw, akan sedikit berfikir ketika sampai di bagian “kiri atau kanan”.

Yang paling kerasa adalah ketika harus menyetir, baik mobil atau motor. Waktu gw latihan membawa mobil, kadang instruktur gw menyuruh gw belok.. “kanan mas….” trus ternyata gw belok kiri.. ” KANAN MAS!”.. haha. Jadi ketika gw disuruh untuk belok tiba-tiba, gw akan bingung mau memilih arah mana. Gw harus diberitahu beberapa saat sebelumnya agar bisa berfikir. Kalau gw bareng teman-teman dalam satu mobil dan yang nyupir minta tolong untuk menggunakan google maps, gw akan menawarkan diri jika yang lain memang tidak bisa. Hehe.. Continue reading “Right and Left Confusion”

World Badminton Cup 2015

Jadi selama hampir selama seminggu ini gw mengikuti perkembangan WBC 2015 yang diselenggarakan di Jakarta, tepatnya di Istora Senayan. Dari total penyelenggaraan selama 7 hari, gw menonton live mulai dari hari ke dua sampai ke lima. Ini adalah pengalaman pertama gw menonton langsung di Istora senayan. Sudah lama gw penegn nonton langsung tapi belum kesampaian. Mumpung gw lagi gabut gak tau mau ngapain, WBC jadi pelarian gw. haha.

Suasana Istora Senayan

Continue reading “World Badminton Cup 2015”

Bike Tour to Hunneberg

“I really miss that moment, biking and running in the wood”

Salah satu kegiatan yang rutin gw lakukan ketika tinggal sementara di Sweden adalah lari dan bersepeda. Walaupun udaranya dingin, tapi dengan perlengkapan yang memadai semua bisa teratasi.

Ketika itu  hari Jumat pagi, di saat fika time (coffee time) teman sekantor nanyain kalau besok mau kemana. Seperti biasa, topik rencana week end itu seperti sebuah tradisi untuk dibahas. Gw sendiri belum ada plan apa-apa. Kemudian teman gw ngasih tau kalau sabtu besok itu cuacanya sangat cerah, dari pagi sampai malam. Gw langsung teringat untuk melanjutkan obsesi gw bersepeda. Tanpa pikir panjang gw langsung memutuskan untuk menyewa sepeda di samping kantor.

Penyewaan sepeda di samping kantor gw memang diperuntukkan untuk wisatawan yang berkunjung ke Trollhattan. Sayangnya, sepeda itu tidak disewakan di week-end, alasannya karena kantornya tutup. Namun dengan muka memelas dan gw menambahkan kalau kantor gw dekat dari situ, akhirnya gw diijinkan. Harga sewanya lumayan, kalau dirupiahkan sekitar 400 ribu untuk dua hari. >.<. Petugasnya memilihkan sepeda yang terbaik danjuga memberikan seperangkat ‘kunci’ dan juga pompa angin portable.

Tujuan gw adalah Hunneberg. Hunneberg adalah salah satu kawasan yang dilindungi oleh pemerintah. Luasnya lumayan gedee, didalamnya ada beberapa danau. Katanya kalau beruntung, kita bisa bertemu rusa atau beruang.  Continue reading “Bike Tour to Hunneberg”

Taxi dan Ojek Online

Setahun yang lalu gw paling anti yang namanya pake ojek atau taxi online. Walupun diiming-imingi tarif tertentu. Kenapa? karna gw malas nunggu. *hidup gw simple banget yak. Tapi setelah beberapa bulan lalu, gw mulai mencoba metode pemesanan taxi online.

Pertama kali gw naik grab taxi itu karna mau ke ambassador. Saat itu siang hari, jadi gw malas keluar rumah untuk menunggu taxi. Kemudian gw teringat teman gw yang sudah menjadi langganan grab taxi. Gw instal aplikasinya dan memasukkan kode referensi dari dia. Gw mendapatkan bonus sebesar 50.ooo rupiah. Lumayan kan. Setelah itu gw pesan taxinya. ternyata tidak selama yang gw kira seperti tahun lalu. Taxi yang datang adalah taxi Express.

Kesan pertama adalah “gampang” dan “murah”. Bagaimana tidak, kita dapat bonus dan juga dapat harga promo. Jadi kalau untung, kita tidak perlu bayar sepeser pun. Asikk kan. Teman gw lebih parah lagi, dia berangkat dari Grand Indonesia ke kost kebon kacang naik Taxi. haha.

Continue reading “Taxi dan Ojek Online”

New Chapter

Tepat setahun yang lalu gw memutuskan untuk keluar dari IBM, perusahaan yang gw banggakan. Kenapa? Bukan karena tidak betah atau gaji (hmm.. gaji juga sih), tapi karena gw ingin mencoba sesuatu yang lebih dari itu. Gw sempat dapat komentar dari teman-teman gw, “kenapa lw keluar, kan sudah nyaman disitu”. Nah faktor nyaman itu yang ingin gw hindari. Gw termasuk orang yang suka tantangan dan sering mengambil keputusan yang benar-benar ‘banting-stir’. Dan gw juga orang yang gampang panik/overwhelmed, jadi ujung-ujungnya gw strugling mati-matian karna keputusan gw itu. Typical darah A. haha..

Setahun terakhir, gw menyambung hidup gw di perusahaan asing yang sedang mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Banyak yang gw peroleh dari sini, terutama pengalaman yang luar biasa. Gw bisa jalan-jalan sana sini dan menikmati bagaimana hidup di negeri orang, especially the north pole part.

Komentar yang lain, “enak banget sih hidup lo, jalan-jalan mulu. Ada lowongan gak?”. Setidaknya itu komentar yang gw dapatkan setiap gw posting foto-foto perjalan gw di media social. Gw akui, foto-fotonya memang bagus;). Tapi, hidup gak seindah gambar pemandangan, banyak juga kok suka duka yang nyelip disela-sela hidup gw selama ini. Dan gw yakin semua orang yang hidupnya tampak indah, pasti punya struggling time masing-masing. Percaya deh.. God is just and fair.

Nah, setelah sekian lama menikmati gaji-buta, sebentar lagi gw akan memasuki babak lain di kehidupan karir gw. Gw akan ikut project di salah satu tambang terbesar di dunia, Freeport. Well, gw sepenuhnya belum siap sih. haha. Masih kepikiran bakalan sanggup gak yah disana. Membanyangkan kehidupan disana yang jauh dari mana-mana. Lingkungan baru dan orang baru yang pastinya berbeda dari sebelum-sebelumnya. Tuntutan pekerjaan yang pastinya lebih tinggi dibanding project gw sebelumnya yang nilainya jauh lebih kecil.

But, no pain no gain. I have dream to achieve. You only live once.

*pokoknya semua kata-kata positif. :D

I hope everything will be okay. See you on top for all dream-catcher!!!

Hi Sverige!

Hej!

Akhirnya bisa merasakan lagi dinginnya belahan bumi bagian utara. Haha. Gw dan dua teman gw tiba di Sweden minggu lalu tepatnya tanggal 14 Maret. Kami berangkat dari Jakarta tanggal 13 sore. Sepertinya kalau berurusan dengan bandara, pasti selalu ada drama. Kali ini kami hampir ditolak oleh maskapai pernerbangan Qatar Airways karena belum beli tiket pulang. Sebenarnya sempat kawatir juga sih, tapi karena belum tau tanggal baliknya kapan, kita beli tiket oneway saja. Untung semuanya bisa kelar walaupun sudah mengemis2 ke petugas counter checkin untuk menunggu. *kami terpakasa membeli tiket pulang pada saat itu juga.

Continue reading “Hi Sverige!”

Aku Belajar

Aku belajar…bahwa tidak selamanya hidup ini indah. Kadang Tuhan mengijiinkan aku melalui derita. Tetapi aku tahu bahwa Ia tidak pernah meninggalkanku. Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini dengan bersyukur.

Aku belajar… bahwa tidak semua yang aku harapkan akan menjadi kenyataan. Kadang Tuhan membelokkan rencananku. Tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik daripada apa yang aku rencanakan. Sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita.

Aku belajar… bahwa pencobaan itu pasti datang dalam hidupku. Aku tidak mungkin berkata, tidak Tuhan! Karena aku tahu bahwa semua itu tidak melampaui kekuatanku. Sebab itu aku balajr menghadapinya dengan sabar.

Aku belajar… bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali. Karena semua rancanganNya indah bagiku. Maka dari itu aku akan bersyukur dan bersukacita dalam segala perkara.

Maka sehatlah jiwaku dan segarlah hidupku. Inilah yang kudapat dari setiap perkara Bapaku di surga.

sumber

Persembahanku – Julius Firdaus

Rejeki anak soleh. Hari ini ceritanya gw dapat undangan lagi dari teman gw untuk menghadiri konser salah satu penyanyi Indoesia jebolan Indonesia Mencari Bakat dan Australia Got Talent, Julius Firdaus. Kok bisa? ternyata teman gw ini dekat sama mas tenor ini. Oh iya, Julius ini dikenal sebagai penyanyi tenor opera. Namanya rejeki yah gak boleh ditolak, lagian sekalian farewell sebelum balik ke Sweden.

Acaranya diadakan di Galery Indonesia Kaya, Grand Indonesia. Lokasinya tepat di samping Blitz. Venuenya sangat unik, sangat Indonesia karena kental dengan budaya-budaya lokal. Auditoriumnya gak terlalu besar, mungkin bisa menampung sekitar 200 orang.

Julius tampil bersama dengan Harpist cantik, Lisa Garcia dan beberapa pemain band. Julius membawakan beberapa lagu seriosa dan juga lagu pop, temanya sih Nasionalisme. Lagu yang paling gw suka adalah “Andaikan Kau datang kembali” yang dipopulerkan oleh Koes Plus dan juga “Ave Maria” Bach (keknya ini lagu andalan dia). Continue reading “Persembahanku – Julius Firdaus”

#SaveHajiLulung #TemanAhok – Gw masuk TV

#SaveHajiLulung, tagar yang sempat menjadi world wide trending topik hanya dalam beberapa jam dan bertahan hingga beberapa hari. Sungguh suatu prestasi tersendiri untuk dunia pertwitteran Indonesia. Tagar ini bahkan sempat menduduki peringkat pertama di WWTT. Kalau mau hiburan gratis, buka aja tagar #savehajilulung di semua media social, dijamin stress hilang sesaat, sesaat.

Semua bermula dari kebego’an Haji Lulung yang menyebut UPS menjadi USB. Barang yang benar-bernar berbeda. Gak kebetulan pak Haji membahas USB, ini semua karena dana siluman yang diajukan oleh DPRD DKI Jakarta dalam APBD. Dana siluman tersebut yang notabene sebesar 12T, sebagian besar dialokasikan untuk mengadaan UPS sekolah-sekolah. Jumlah yang fantastis dan tidak masuk akal. Berita terakhir, PT yang ikut tender ternyata fiktif. Damn!

#TemanAhok. Kita pindah ke Ko Ahok. Hari minggu kemarin akhirnya gw bisa ikut acara yang digelar oleh teman-teman pendukung gebrakan ahok. Acaranya diadakan di CFD di sekitaran Bundaran HI. Ada beberapa spot terpisah yang digunakan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Salah satunya spot dekat jembatan penyebrangan yang digawangi oleh #TemanAhok. Ternyata antusiasme masyarakat cukup tinggi, bahkan ada beberapa orang dari daerah lain ikut memberikan orasi. Ada yang dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dll.  Continue reading “#SaveHajiLulung #TemanAhok – Gw masuk TV”