Ketika rakyat ingin memilih pemimpinnya sendiri

Ahok, sebuah gebrakan yang luar biasa di kancah perpolitikan Indonesia. Gebrakan ini tentu saja tidak terjadi begitu saja, tapi dimulai ketika pemilihan umum untuk presiden periode 2014-2015 ketika Jokowi akhirnya memutuskan utuk maju sebagai calon presiden.

Sebelumnya, Ahok dan Jokowi tidak terlalu memliki popularitas yang tinggi ketika mereka mencalonkan diri menjadi orang nomor satu dan dua di Jakarta. Entah bagaimana mereka bisa memenangi pertarugan melawan gubernur sebelumnya. Namun hal itu berubah ketika mereka berhasil membawa perubahan sedikit demi sedikit pada wajah Jakarta yang sudah di tahap memprihatinkan. Mereka menggebrak budaya-budaya kotor yang sudah mengakar di system pemerintahan, sampai memperbaiki tata kota. Dari situ masyarakat melihat bahwa masih ada orang yang benar-benar ingin memperbaiki Jakarta dengan cara yang lebih bersih.

Ketika Jokowi menjadi calon presiden, banyak dukungan yang dieroleh dari seluruh penjuru negri ini. Mereka melihat sosok yang tepat untuk membangun negri ini, bahakan ada yang mengatakan Jokowi adalah titisan ‘sesuatu’ setelah beberapa ratus tahun, dan kita harus memanfaatkan momen ini. Perjalanan Jokowi tentu saja tidak semulus popularitas yang diterimanya, banyak juga yang berusaha menghalangi, terutama politikus yang merasa terancam. Namun sekali lagi, dukungan masyarakat sangat mengambil peranan penting. Saya ingat ketika hari pemilihan, banyak anak muda yang sebelumnya apatis, termasuk saya, rela untuk mengurus surat ke kelurahan agar bisa ikut memilih di tempat perantauan. Continue reading “Ketika rakyat ingin memilih pemimpinnya sendiri”

Never Forget Where You Come From

Kemarin gw ikut nonton bareng di apartemen teman gw. Kebetulan udah mau balik ke Indonesia, makanya gw diundang buat ‘ngerayain’ farewell sambil makan pizza. Haha.

Well, yang mau gw tulis disini adalah salah satu quote dari film yang kami nonton. “Never forget where you come from”. Gw pas dengerin kalimat ini gw sempat tertegun, maknanya dalam banget. Haha. Bener sih, sebagai manusia yang bisa berterima kasih sudah sepantasnya kembali ke tempat kita dibesarkan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunannya.

Pertanyaannya kapan? hmmm… gw sendiri belum terfikir kapan untuk kembali ke kampung halaman. Gw masih memiliki banyak impian untuk melanglang dunia ini. #dreamer. Nyokap gw selalu bilang, “kamu tidak akan selamanya di rantau orang, suatu saat harus kembali”. Gw hanya selalu bisa membalas dengan senyum. Continue reading “Never Forget Where You Come From”

Aku Belajar

Aku belajar…bahwa tidak selamanya hidup ini indah. Kadang Tuhan mengijiinkan aku melalui derita. Tetapi aku tahu bahwa Ia tidak pernah meninggalkanku. Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini dengan bersyukur.

Aku belajar… bahwa tidak semua yang aku harapkan akan menjadi kenyataan. Kadang Tuhan membelokkan rencananku. Tetapi aku tahu bahwa itu lebih baik daripada apa yang aku rencanakan. Sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita.

Aku belajar… bahwa pencobaan itu pasti datang dalam hidupku. Aku tidak mungkin berkata, tidak Tuhan! Karena aku tahu bahwa semua itu tidak melampaui kekuatanku. Sebab itu aku balajr menghadapinya dengan sabar.

Aku belajar… bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali. Karena semua rancanganNya indah bagiku. Maka dari itu aku akan bersyukur dan bersukacita dalam segala perkara.

Maka sehatlah jiwaku dan segarlah hidupku. Inilah yang kudapat dari setiap perkara Bapaku di surga.

sumber

Count Your Blessings

Count your blessings instead of your problems.

When we have a ‘big’ problem, we always end up feeling that we are the one who has the worst problem in the world. Just like me today, I missed a chance that rarely come to my life but I can hold it then let it go. At that time, I feel so desperate and regretting.

But then some my friends tell me that it is not the end, there always be a door opened after another is closed. God is not sleeping, just keep praying. And the most important thing is be grateful for what we have now.

We are all blessed.. :)

About Forgiving

Everything you do, whether it is good or bad thing, people will always find the flaw

Media has been full with news about Ade Sara murder since last week. A complicated relationship among three youth ended up with death. Ade Sara who is know as humble and calm girl was murdered by her friends. She was a only daughter in her family.

After her funeral, her parents made a phenomenal statement that they forgive the murderer, both of them, Hafid and Assyifah. For me it is not weird anymore. I heard many times about this condition, forgiving the guilty one.But, other people think this is not normal, there should be a modus behind. If found this article on my friends facebook.

What is done by Ade parents, to forgive other, is one of way to show your love, the main doctrine in Catholic. You can find it in Bible. By loving each other, Heaven will be on earth. There is no other reason to forgive other, especially to influence other to follow our religion.

I learn about Evangelization in my Church, it is about to spread the “good news”, not only to same religion but also to others. The purpose is not to spread the religion but to make a better world. We never insist other to become a Catholic, never!, we just show what Jesus teach us. And I proud of it. As mother Theresa did, she helped every poor people but did not intend to baptize them.

There is a verse in a Bible about spread the love. The kingdom of God is as if someone would scatter seed on the groundMark 4:26-34