Travel, Books, and Movies

Akhirnya jadwal off tiba lagi. Aksi penembakan di site lagi happening. Ini waktu yang tepat untuk meninggalkan kota ini untuk sementara waktu.

Setelah harap-harap cemas apakah keberangkatan saya ke Timika akan dicancel karena aksi penembakan, ternyata perjalanannya lancar. Saya bahkan mendapatkan helikopter jadi saya tidak harus naik bus selama tiga jam sambil berharap agar tidak terjadi penembakan dari hutan.

Selama 5 hari saya menghabiskan jadwal liburan saya di Bali. Saya menginap di villa perusahaan, lumayan untuk menghemat biaya. :D

Toya Devasya

Saya menyempatkan diri berkunjung ke sebuah pemandian air panas di kawasan Kintamani, namanya Toya Devasya. Lumayan jauh dari villa sekitar 3 jam perjalanan. Ketika itu cuaca tidak bersahabat, sepanjang hari hujan turun. Perjalanan ke Kintamani terbilang lancar tanpa macet karena masih dalam suasana hari raya Galungan dan Kuningan.

Toya Devasya letaknya persis di pinggir Danau Batur, berseberangan dengan Desa Truyan yang terkenal. Walaupun hujan, saya dan pengunjung lainnya tetap memaksakan diri untuk turun ke kolam yang berbatasan langsung dengan Danau. Karena airnya hangat, maka dinginnya air hujan tidak terlalu mengganggu. Sayangnya saya tidak bisa mengambil gambar karena hujan. Padahal saya sudah membawa perlatan lengkap untuk mengabadikan pemandangan yang indah.

Yang menarik dari Toya Devasya adalah sensasi kolam invinite pool yang pemandangannya adalah gunung Batur. Jika cuaca cerah, kira-kira pemandangannya seperti ini.

sumber : seebalitours

Tiket masuk ke pemandian ini adalah 50 ribu rupiah. Sebaiknya membawa handuk sendiri karena kita harus menyewa loker dan handuk, selain itu kebersihan handuk bisa dipastikan. Jika ingin kesini harus berangkat pagi agar ketika sampai tidak terlalu rame. Ketika saya berkunjung ke tempat ini, turis yang mendominasi adalah wisatawan dari China. Oh iya, pemandian untuk warga negara asing dan warga lokal dipisahkan, lobby masuknya pun dibedakan. Hal ini karena tarrif yang diberlakukan berbeda.  Continue reading “Travel, Books, and Movies”

Xiaomi Notebook 13.3 Fingerprint

Saya baru saja membeli sebuah notebook baru keluaran Xiaomi. Kebetulan ada rejeki dari hasil investasi bitcoin, hehe. Sebetulnya saya ingin membeli surface laptop tapi harganya sangat mahal, apalagi uang sisanya masih bisa saya gunakan untuk hal yang lain.

Pilihan saya memilih Xiaomi Notebook karena harganya yang relatif murah di kelasnya. Untuk notebook atau ultrabook dengan spesifikasi yang sama, harganya sangat berbeda. Untuk Xiaomi Notebook 13.3 FIngerprint version, harganya sekitar USD 890, sedangkan merek lain bisa lebih dari USD 1000. Selain itu design dan material buildnya sangat sexy, terbuat dari aluminium dan ketebalannya sangat tipis. Notebook ini mirip dengan MacBook keluaran Apple, namun di depannya tidak terdapat logo apapun, jadi terlihat lebih elegan. Continue reading “Xiaomi Notebook 13.3 Fingerprint”