Weekdays Get AwayI

I spent my last two days in Bandung visiting may campus and my friend? Why? Because I was bored. 

Instead of using travel agent, I went by train. I am one of train fan. Travelling by train is more relaxing and gives me a ‘true’ travelling feeling. I departed from Gambir station to Bandung station using Argo Parahyangan. A day before I purchased a cheap business class. Well, price will show the quality, it was not really comfortable with business class seat, too narrow for long journey.

I arrived at Bandung around 12.30pm and went directly to Panti Wiyataguna, a massage home which is run by government. It is near the Lapangan Padjajaran. I used to go there if I travel to Bandung.

An hour later I headed to my hotel, Vio Hotel. I was confused to find the location since the attached maps on the Hote Quickly is wrong. Gladly I did not use angkot or taxi, but Gojek.  Continue reading “Weekdays Get AwayI”

How To Talk?

 

 

“Nate! Seriously? ”

Yes, I am serious. I find this book in my friend blog, he gives a positive review for this book. After read his review, I know this book is for me. Haha. Another book in my reading list.

never ending reading list in my bookshelves

But Why?

As I wrote before, I am kind of INFJ person. INFJ is the rarest race in the world based on Myers-Briggs diversification. Less than one percent of world population. Should I proud of that? And you know, Introvert, how they acts in everyday life? hehe.

Anyway, I find it quite difficult to make a conversation with other people. I do hate if people starts to make a chit-chat. Sometime I think that what they are talking about is shallow and not necessary. I always end up my self lacking of thing to talk about. May be if you meet me for the first time, you will depict me as an ice-cold man. haha.

I have not finished read this book, but from my first impression, I would recommend this book for everyone. Especially for people who does a lot of meeting or conversation in their job, for example a marketing or a salesman in engaging a new client.

9780722538074

Permainan Werewolf via Whatsapp

Pernah main werewolf? atau main polisi mafia? Permainan yang menggabungkan unsur psikologis, strategi, dll. Misi utama permainan ini adalah membunuh semua karakter lawan kita. Jadi pemain akan dibagi menjadi dua kubu, werewolf dan human. Setiap kubu terdiri dari beberapa karakter, misalnya kubu human ada seer, witch, hunter, dll. demikian juga kubu werewolf. Setiap karakter memiliki kekuatan masing-masing yang dapat digunakan pada waktu-waktu tertentu.

cast

Permainan in dipandu oleh seorang moderator yang berfungsi untuk mengatur jalannya cerita. Moderator dituntut untuk cekatan dan jujur, jangan sampai ada pemain yang curang. Biasanya permainan ini dilakukan ketika ada outing atau gathering, salah satu permainan populer untuk mengisi acara keakraban.

Sejarah permainan ini dimulai oleh seorang bernama Dimitry Davidoff. Bisa dicek di web ini atau ini. Berikut kutipannya :

My name is Dimma Davidoff, I am the inventor of the original Mafia game. The game was created in 1986 in Moscow, Russia and quickly spread all over the world. Players made many additional modifications of the game rules, but the basic principle (informed minority vs. uninformed majority) is still intact. Below, you could find the original rules of Mafia, which, in my creator’s opinion, are the most simple, effective, and fun. If you have any questions or comments, please email to me ddavidoff@hotmail.com.

Continue reading “Permainan Werewolf via Whatsapp”

Saingan baru, Blu Jek

*update. per tanggal 08/10/2015, blujek sudah menggunakan promo code untuk free Rp 25000. Promo codenya adalah “BLU“.

Ternyata bisnis transportasi online masih menjadai salah satu lahan bisnis yang diincar oleh para startup. Beberapa hari lalu, saingan Gojek dan Grab bike diluncurkan, namanya Blu-Jek.

Awalnya santer terdengar kalau Blu Jek ini adalah strategi bisnis terbaru dari Blue Bird Grup. Tapi ternyata bukan sauda-saudara. Blu Jek ini adalah singkatan dari Blusukan Ojek. hehe. Warna yang dia usung adalah warna biru, seperti biru Bank Mandiri, bukan biru Blue Bird. *sepertinya pinjam kredit dari Mandiri :D

Dari sisi pemilihan nama menurut saya sangat tetpat, karena mudah diingat dan ‘kekinian’. Selain itu dia mendapat keuntungan karena mirip dengan layanan taxi, jadi orang bisa mengasosiasikan kualitas layanan ojek tersebut dengan taxi blue bird. Continue reading “Saingan baru, Blu Jek”

Pahawang Island, Lampung

Ternyata perjalanan ini tidak berakhir sebagai wacana saja :D.

Plan ke Jogja akhirnya berubah ke Lampung setelah ada hasutan dari teman yang doyan jalan2 juga. Tawarannya sih menarik, ke pahawang lampung. Daerah wisata yang sedang naik daun. Singkat cerita, jumlah anggota yang terkumpul ada 7 orang yang awalnya 10 orang, itu pun gonta ganti. Gw, Areji, Dewi, Dewi2, Adrian, Kaka, dan Ndah.

Perjalanan dimulai dari Slipi Jaya hari Jumat malam. Kayaknya spot ini sudah umum dijadikan meeting point untuk para pelancong yang akan berangkat ke Sumatra melalui pelabuhan merak. Awalnya gw janjian makan dengan Dewi di Gokana, ternyata dua orang di belakang kami adalah Adrian dan Dewi2. Setelah sejam menunggu, kami baru sadar ternyata  kami di grup yang sama. hehe. #awkward.

Dari Slipi Jaya kami naik bus Primajasa yang mengarah ke Pelabuhan Merak. Ternyata banyak bus-bus yang melintas dengan tujuan yang sama, jadi tidak perlu kuatir kehabisan bis. Perjalanan ke Merak sekitar 3 jam. Ketika masih di daerah jalan tol jakarta, masih banyak pengamen dan penjual asongan naik turun menawarkan jasa/dagangan mereka. Lumayan mengganggu sih, tapi itulah pekerjaan mereka. harus respect. :p

Continue reading “Pahawang Island, Lampung”

Focus & Distraction

Gw nemuin postingan itu di wall facebook salah satu teman gw yang isinya seperti ini.

Choosing what I want to do with my life is like trying to watch a YouTube video.
When I’m halfway through the video, I glance over at the sidebar and see they’re recommending something else that seems more interesting.

Something ring the bell? :D

Mungkin seperti itulah hidup gw [saat ini]. Gw termasuk orang yang susah fokus, terlalu banyak tujuan. Sangat mudah untuk terdistraksi. Bisa dibilang gw sasaran empuk orang-orang marketing.

busy street at Copenhagen, Denmark

Dari kecil, jiwa kompetitif gw sudah terpupuk dengan suburnya. Gw terbiasa dengan pencapaian-pencapaian gw yang luar biasa. Mungkin masa keemasan gw berhenti ketika masuk ke perguruan tinggi. hehe. Hingga dewasa, gw merasa bahwa gw serharusnya bisa lebih baik dari orang lain. Ada bagusnya juga sih, bisa mendapatkan motivasi dari pencapaian orang lain, namun kadang itu malah jadi booomerang buat gw. Kadang menimbulkan iri dan rasa ‘gw harusnya seperti dia’. Gw ingin semuanyaa..

What do you think ?

Mungkin ini hanya salah satu tahap quarter life crisis yang harus gw lewati. Kata mereka, salah satu hasil dari phase ini adalah kita akan menyadari bahwa kita tidak dapat melakukan semuanya, kita tidak mungkin expert di semua bidang. Mulai dari sini akan kelihatan jalan hidup masing-masing orang yang sebaya dengan kita akan berbeda-beda, bahkan sangat berbeda.

Meet by Accident?

Hari senin kemarin, ketika gw pulang berenang dari hotel Saripan, gw menemukan KTP di jalan Thamrin. Kayaknya benda itu sudah diinjak-injak orang karena banyak goretan sana sini. Awalnya gw malas mengambil ktp itu, gw hanya melihat sepintas kemudian melanjutkan perjalanan dengan harapan ada orang lain yang memungutnya. Gw berbapasan dengan dua orang bule. Gw balik badan dan melihat ke belakang, ternyata mereka tidak melihat KTP itu.

Sejenak gw perhatikan, tampak tak ada orang yang lalu lalang lagi. Kemudian gw berpikir, besok pasti ktp itu sudah rusak diinjak-injak orang kalau gw biarkan. Mau berharap pada satpam di perkantoran itu, rasanya mustahil. Bisa saja pemilik KTP tersebut tidak bekerja di daerah itu.

Akhirnya gw balik lagi untuk memungut benda itu. Dari biodata di KTP itu, ternyata pemiliknya seorang koko yang tinggal di daerah grogol. Sampai di kost gw langsung mencari nama pemiliknya di internet. Harapan gw pasti akan banyak informasi yang muncul dari account media social. Namun kenyataan berkata lain, hanya ada account LinkedIn. Wew.. Continue reading “Meet by Accident?”

Demi Sesuap Nasi

Tadi siang ketika gw lagi membeli makan siang di warung langganan, ada seorang bapak-bapak melintas di depan warung. Sejumlah benda hitam yang tersusun rapih menggantung di pundaknya, gw tidak tau benda apa yang dia bawa.

“Remot tivi… remot tivi” kata dia sambil berteriak.

Oh, ternyata dia seorang penjual remot tv keliling. Sejenak gw tertegun. Di jaman sekarang ini masih adakah yang membeli barang dagangan dia? Dagangan beliau merupakan barang yang tahan lama, jadi probabilitas seseorang untuk mengganti atau membeli remot tv sangatlah kecil.

Gw pribadi jika remot tv gw rusak, mungkin gw akan memilih untuk menggantinya di toko yang lebih resmi. Selain itu, penjual itu tidak keliling di satu daerah setiap hari. Hal itu makin menurunkan probabilitas penjual itu bertemu dengan orang/rumah yang membutuhkan remot pengganti.

Pertanyaannya, berapa banyak remot yang dia bisa jual dalam satu hari? entah.

Untuk menambah kemungkinan terjualnya dagangan, dia pasti harus berjualan di daerah dengan cakupan yang luas. Berpindah-pindah setiap hari. Belum habis pikir, apakah dia bisa hidup dengan penghasilan dari berjualan remot? Sepertinya effort yang dia keluarkan tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang dia dapatkan.

Pedagang seperti ini banyak kita temukan dimana-mana. Misalnya seorang bapak tua yang menjual tissue di pinggir jalan, kakek yang berjualan amplop, ibu-ibu yang berjualan pulpen, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan hukum ekonomi, mungkin pekerjaan mereka ini ‘bodoh’. Menjual barang dengan demand rendah. Haruskah kita menggurui mereka? Mungkin saja pendidikan atau keahlian mereka hanya cukup untuk melakukan hal ‘bodoh’ tersebut.

Namun masih ada sisi positif yang mereka miliki, yang mungkin orang berpendidikan seperti kita tidak miliki. Kegigihan mereka. Gw respect dengan usaha mereka, memilih untuk berjuang daripada meminta-minta sebagai pengemis.

Suatu saat, jika kita bertemu dengan mereka, cobalah untuk membeli barang mereka walaupun kita tidak butuh. Cobalah cari alasan untuk bisa membeli dagangan mereka.

“Rejeki sudah ditentukan oleh Tuhan”

CVJ in Concert

Akhirnya gw bisa ikut konser CVJ kali ini. Udah hopeless dengan jadwal gw selama satu terakhir ini, gw tidak bisa ikut latihan karena harus ke sweden. Mungkin ini sudah jalan-Nya sehingga gw masih bisa menemukan ‘kebahagian’ di tengah jadwal gw yang gak jelas ini. hehe.

Konser ini memperingati ulang tahun yang ke-10. Masih muda sih, tapi lumayan berumur untuk dikatakan berpengalaman. Paduan suara yang menkhususkan dirinya untuk membawakan lagu gereja katolik yang aliran klasik polifoni. Bermula dari 6 orang kemudian sekarang sudah mencapai 48 orang. Uniknya lagi paduan suara ini beraggotakan orang yang asalnya dari berbagai paroki di keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Bogor. Untuk lebih jelasnya bisa kunjungi web ini. PS, webnya gw yang bikin loh :D #sombong

 

Beberapa bulan lalu gw udah malas karena jadwal keberangkatan gw sudah mepet. Jadi gw gak semangat untuk mempelajari lagu-lagunya. Terus ketika disuruh bikin kostum, gw sempat menolak. Tapi mumpung gratis dan bagus, gw bikin aja. Itung-itung bisa buat ke kantor. hehe. Continue reading “CVJ in Concert”

Isyana Sarasvati

One word to describe her : ” beautiful”.

Penyanyi yang bisa dibilang pendatang baru ini cukup fenomenal. Tak hanya bermodal paras cantik, tapi memiliki talenta luar biasa di bidang darik suara dan juga bisa memainkan berbagai instrumen alat musik.

Biasanya gw gak suka mendengar lagu-lagu dari negri kita sendiri, Indonesia, sejak era Kangen Band dll. Mungkin karena lirik dan genre musiknya yang alay menurut gw. *Well, selera musik emang beda-beda sih buat tiap orang. Sampai jaman SMA, lagu-lagu band lokal masih ‘rasional’ dalam bermusik. Lirik yang mereka nyanyikan pun memiliki makna yang dalam, bukan hanya easy listening. Sebut saja Ada Band, Sheila on 7, Peterpan, dll. Sejak saat itu gw gak pernah lagi download-download lagu dalam negri. *maap bajakan. Gw update musik lokal melalui radio atau lagu yang di putar di TV, cafe, atau media lain. Kemudian gw beralih ke musik luar, semua genre gw dengarin yang penting enak di kuping gw. Jadi kalau ditanya gw suka musik apa? Jawabannya ya itu, yang penting asik buat gw. Hehe. 

Tapi sekarang sepertinya musik tanah air sudah mulai kembali ke arah yang benar. hehe. munculnya beberapa artis yang bernyanyi lebih ‘elegan’ dan gak murahan. Contohnya si cantik Isyana ini. Kalau dilihat dari wawancaranya, dia tidak memfokuskan dirinya di satu genre tertentu. Dia mengatakan bahwa dia menggabungkan beberapa genre dalam musiknya. Dia menulis sendiri lagu-lagu yang dia nyanyikan, sebuah pencapaian yang luar biasa buat seorang penyanyi. Continue reading “Isyana Sarasvati”