Jakarta needs a Vigilante

Kesel juga dengerin berita akhir-akhir ini. Isu cicak vs buaya muncul lagi setelah kasus BG dan KPK yang akhirnya merambat kemana-mana. Drama ini muncul ketika Jokowi mengusung BG untuk jadi Kapolri tapi banyak yang tidak setuju. Apalagi hasil temuan KPK yang mengatakan BG punya rekening yang tidak wajar, selain itu dihubung-hubungkan dengan keterkaitan Megawati dalam pengusungan ini.

Sekarang pejabat-pejabat di KP satu persatu di-tersangkakan. Sepertinya oknum tertentu mencari-cari kesalahan yang pernah mereka lakukan. Bahkan kasus yang sudah hampir kadaluarsa diungkit kembali. Belum lagi adanya skenario praperadilan yang sekarang semua tersangka korupsi berbondong-bondong mengajukan pra peradilan. Continue reading “Jakarta needs a Vigilante”

#Gabut Photography

Jadi ceritanya gw makin mahir nih mengoperasikan si Sony. Hehe. Kadang-kadang kebosanan bisa memacu kreativitas seseorang kali yah. Kali ini gw belajar buat menggunakan kamera dengan mode Manual. Ternyata tidak begitu susah, emangsih harus setting sana sini buat mengatur shutter dan aperture.

Untuk membuktikan kebolehan gw, setelah baca-baca turorial di internet, gw memutuskan untuk experiment cahaya, terutama bokeh dan light trail. Teknik ini membutuhkan setting shutter dan aperture lumayan.

Untuk tekhnik bokeh, gw membuat filter aperture berbentuk love yang idenya gw contek dari internet. Konsepnya DIY gitu. Jadinya kayak gini. Continue reading “#Gabut Photography”

#Gabut Happy New Year

I become a chinese for a day, celebrate the Lunar Chinese New Year.

Well, most of my friend is chinese, jadi mau gak mau ikut-ikutan dah ngerayain sekalian kumpul-kumpul dengan teman-teman. Sebenarnya mau ngerayainnya kemarin malam, tapi berhubung kemarin adalah hari Rabu Abu dimana kita pada pantang dan puasa, serta kesibukan masing-masing, jadinya ketemuannya hari ini.

Teman-teman gw ini gak pulang kampung buat ngerayain bareng keluarga, mungkin karna tanggung kali yah. Tapi ada juga teman gw (sebut saja Albert) yang udah niat pulang kampung, tapi sampai di bandara dia udah telat beberapa menit. Akhirnya dia memutuskan untuk balik ke kost aja. Zonk. Continue reading “#Gabut Happy New Year”

#Gabut Investasi

Sebagai calon suami dan bapak yang baik, gw kembali meninjau portofolio investasi gw. *bahasanya keren euy. Jadi selama dua tahun terkahir ini gw sangat menggebu-gebu untuk melakukan investasi. Mungkin dipicu oleh kekawatiran gw kalau bagaimana kalau nanti gw gak ada duit pas gw tua nanti. hehe..

Gw mendedikasikan waktu gw selama seminggu untuk belajar tentang investasi, mulai dari emas, forex, saham, property dll. Gw juga sempat diskusi-diskusi random dengan bos gw yang sudah malang melintang di dunia ‘perduitan’. Kayaknya dia sudah pernah nyoba semua, tapi sekarang dia konsennya di Emas dan Property.

Investasi yang gw lakukan selama ini baru di Reksa Dana dan sedikit di Dollar US. Tau dirilah, sebagai pegawai yang baru lulus belum banyak duit yang bisa diinvestasikan. hehe. Untuk reksa dana gw menyusun ulang top up gw setelah melihat keadaan pasar dua tahun terakhir. Sepertinya MI Panin yang gw jagokan tidak terlalu memberikan hasil maksimal. Memang sih dua tahun terkahir pasar memng anjlok, tapi masih ada MI lain yang bisa bergerak agresif. Akhirnya sebagian dana dari panin gw pindahkan ke MI Schroder (yang tidak gw jagokan). Selain itu gw juga menambah MI RHB yang tiga tahun terkahir cukup menggiurkan.  Continue reading “#Gabut Investasi”

#Gabut Choir Things

Gw gak pernah bisa lepas dari yang satu ini. haha. mungkin sudah mendarah daging di dalam diri gw #freak. Balik ke jakarta gw manfaatin untuk ikut aktif lagi di choir gereja, Cappella Victoria Jakarta. Sudah beberapa bulan tidak menyanyi lagu-lagu renaisance. haha.

Kami sempat tugas beberapa kali di luar lingkungan Gereja St. Theresia, salah satunya di Kedutaan Vatikan dan Gereja St. Laurentius Alam Sutra. Pas gw gabung lagi ternyata sudah ada beberapa anggota baru yang tentunya jago-jago dari gereja masing-masing, bagusnya jadi banyak tempat belajar. Hehe.

Selain nyanyinya yang asik, after reahearsalnya juga gak kalah asik. Kalau pada sempat, kita selalu makan bareng, walaupun kadang tempatnya kembali ke restoran yang sama. #chorister.

Nah, saking gabutnya gw bisa menyempatkan diri ke ITB buat menyaksikan FPS dan IICC. Kompetisi paduan suara yang diadakan anak-anak PSM ITB. Gw di bandung selama penyelenggaraan IICC, bilang saja seminggu. Haha. Freak! Untunganya gw dapat tumpangan hotel gratis dari Adi selama dua hari. Sisanya gw nginap di hostel.

Oh iya, peserta IICC kali ini tidak seperti sebelumnya yang diisi choir ternama di negri ini. Banyak peserta baru dan tidak membawa institusi tertentu yakni independen. Choirnya bagus-bagus menurut gw apalagi pas kategori hostorical. the real battle karena ada Unpad, Brawijaya, Tarumanegara, dan beberapa choir baru. Ternyata yang jadi grand champion adalah Unpad. Lagu yang mereka bawakan memang jauh diatas lagu-lagu yang lain ditinjau dari kesulitannya. Bisa dibilang satandar lagu kompetisinya berbeda. haha.

Tapi di balik semua itu, ada drama yang lebih besar. -.-

#Gabut Baca Buku

Kalau yang ini rada produktif, baca buku. Mungkin sudah bertahun-tahun gw gak baca buku sampai selesai. Biasanya baca buku pelajaran doang :D #boong, biasanya baca sinopsisnya doang atau tunggu sampai ada filmnya. Di masa gabut gw ini setidaknya gw baca beberapa buku in parallel, walaupun belum beres semua. Itu pun karena buku-bukunya gratisan #mureh.

The Hundred Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared. Judulnya panjang yahh.. Buku ini dikasih teman gw, Ferry, teman seperjuangan di kantor lama. Haha. Gw gak ngerti kenapa dia kasi buku ini ke gw pas farewell dinner dengan teman-teman. Tapi setelah gw baca di awal-awalnya, ternyata setting novel ini di Swedia. Gw jadi semangat baca buku ini, walaupun butuh sekitar 6 bulan sampai gw tamat bacanya. Ceritanya sangat menarik tentang kakek tua yang melarikan diri dari panti jompo yang kemudian mengalami petualangan yang hampir tidak masuk akal. Petualangan ketika dia masih muda lebih tidak masuk akal lagi. Oh Iya, Indonesia terutama Bali menjadi salah satu setting di novel ini, bahkan Pak Harto dan SBY juga disinggung.

 

Continue reading “#Gabut Baca Buku”

#Gabut Berenang

Berenang adalah salah satu hobby gw. Kalau berenang itu rasanya ademm banget. Ya iyalah kan airnya dingin. Saking seringnya berenang, kulit gw yang hitam ini tambah hitam. Dari bulan desember lalu kayaknya gw sudah mencoba setidaknya lebih dari 5 kolam renang. Sekalian aja gw review satu-satu.

Hotel Pantan Toraja – sehari sebelum balik ke Jakarta gw sempatin buat berenang dulu. Kolamnya besar dan lumayan dalam. Airnya tidak terlalu bersih tapi masih dalam batas wajar. Continue reading “#Gabut Berenang”

#Gabut Rekor Nonton Film

Sejak Desember lalu, gw sering banget ke bioskop. Alasannya? pertama karena banyak film yang belum gw tonton karna di swedia mahal dan gw gak ngerti subtitlenya. haha. Kedua, karena gw gak ada kerjaan.

Gw sendiri udah lupa film-film apa yang gw nonton saking banyaknya, sebut saja Hobbit, PK, Woman in black, dan Mordetcai, dll #orangkaya. Trus gw nonton sama siapa? Kalau lagi ada teman, yah gw nonton bareng mereka. Trus kalau gak ada? gw nonton sendiri. :))) #sedih

Sebagai pegawai yang gabut tentunya gw juga gak mau menghambur-hamburkan uang. Selain ke bioskop gw menyiasati kegiatan ini dengan nonton online. Sekarang ada web namanya bioskop25.com yang isinya film-film lama sampai yang terbaru. Bahkan film yang masih ada di bioskop sudah ada di web ini. Kualitasnya lumayan sih, karna mereka ambil dari sample film yang dipakai lembaga sensor. Untung internet di kost sangat mendukung.

#Gabut Donor Darah

Senin kemarin gw memutuskan untuk mengisi waktu dengan Donor Darah. Gw cek di catatan gw, ternyata terkahir gw donor adalah bulan April 2014. Sudah hampir setahun lebih. Jadi ini adalah waktu yang tepat menurut gw. Setelah makan siang, gw menuju kantor PMI di daerah kramat/salemba.

Gw sudah pernah donor sekali disini bareng teman gereja dan gw dapat kartu waktu itu. Tapi berhubung gw sudah memindahkan semua barang-barang gw ke toraja termasuk kartu itu, gw harus bikin yang baru lagi. Seperti biasa gw harus mengisi formulir pendonor yang berisi informasi pribadi dan ini donor yang ke berapa. Oh iya, seharusnya ini adalah donor gw yang ke 22 kali. Seteah itu gw menuju meja administrasi. Beberapa saat kemudian gw dipanggil untuk mengambil kartu. Teranyata sekarang PMI Jakarta tidak pakai kertas lagi, tapi benar-benar kartu sperti kartu kredit. Sayangnya kartu ini hanya bisa dipakai di DKI Jakarta karena database PMI belum berlaku secara nasional. what a pity. 

Sebelum donor gw harus periksa HB dulu. Ternyata HB gw terlalu tinggi. Normalnya diantara range 12-17, tapi HB gw malah 17.2. Karna tidak memenuhi syarat, gw harus pulang dengan tangan tanpa bekas jarum. Katanya sih gw kurang minum dan disuruh jangan makan banyak daging serta makanan bersantan.

Hmm.. mungkin ini juga teguran buat gw untuk hidup lebih sehat lagi. hehe. Mungkin gw akan coba lagi minggu depan setelah minum air putih segalon tiap hari :D.

#Gabut

Postingan-postingan dengan hashtag #gabut ini terinspirasi dari nasib gw yang [hampir] gak jelas ini. Rencananya gw di Indonesia hanya untuk sebulan, tapi akhirnya gw sudah bayar uang kost untuk ketiga kalinya. Gw masih menunggu berita dari Imigrasi Swedia untuk kejelasan work permit.

Karena di Indonesia gw gak ada kerjaan yang penting, alhasil gw jarang ke kantor dan tentunya gw juga harus berfikir keras tiap hari untuk mengisi kekosongan dunia gw ini. Hehe.

Berikut kerandoman gw tiga bulan terakhir..

Get Away Trip, Bandung – Semarang

Another get away trip? Yes. It has been two weeks since my HRD guy informed me that my departure to Sweden has to be postponed. There was some mistake in my application to immigration.*well it was not me who filled the form. Actually it was a good news but also a bad news, if they informed me earlier about the delay, I could stay longer in my hometown instead of wake up in the morning and asking what to do for today?.

Then after choir rehearsal in Sunday afternoon, I decided to go to Bandung tomorrow morning. What a impulsive me. I contacted some of my friends that I will be in that lovely town tomorrow but one of them still in Bali, singing! haha. Backpacker soul still running in my vein with my blood, so I booked a cheap travel. :P . The name is Sari-something, located near the Sudirman St.

I stayed in Mess TNI on Trunojoyo street. It was very cheap yet clean place. I paid only 75K per night with breakfast in the morning. I rent a motorcycle for 200K (two days). Since I arrived at Bandung in the afternoon, I decided to go out in the night. Luckly I got an accompaniment from my friend Areji. He is a travel geek also. haha. We had our dinner at Dapur Laut balubur and then went to Ciwalk to watch movie. It was a horror movie , “The Woman In Black”.

On the following day, I went to swimming pool at Saraga ITB. The pool has olympic size with clean water. I really enjoyed my time there. When I was studying in ITB, I visited that place only once. After that I met my Nerd friend Erick. haha. We shared our plan for the future. Seems he still on the track to pursue his master degree in US.