South East Asia Trip – Video

Another video from me,

Starting the journey of traveling around the world from SEA country ( KL – Phuket – Bangkok – Siem Reap – Ho Chi Minh ). 26 April – 5 May 2014.

Captured with:
Nokia Lumia 920
Sony NEX 6

Background music belongs to
“Pompeii” – Bastille (2013)
“We Don’t Eat” – James Vincent McMorrow (2010)

SEA Trip : Malaysia – Kuala Lumpur

Day 1

Hari pertama gw mulai dengan bangun subuh. Sekitar jam 3 pagi, karena pesawat gw berangkat jam 7 pagi. Setelah memastikan semua barang sudah dimasukkan ke ransel, gw kemudian mandi. * ternyata tidak semua sudah dimasukkan, celana renang!. Tak lama kemudian, operator Taxi Express menelpon gw bahwa taxi gw sudah menunggu di depan kompleks. Dalam perjalanan gw sempat curi-curi tidur karena masih sangat mengantuk, dan tentunya masih berfikir ” bener nih gw akan jalan sendirian “. Sudalah… lanjutt. Ternyata oh ternyata waktu tempuh ke bandara di pagi hari sangatlah cepat. Yaiyalah karena gak ada macet, Nate. Its only about 45 minutes.

Sampai di bandara gw melihat banyak penumpang yang mengambil jadwal pagi. Gw mencari-cari apakah ada yang berpenampilan seperti gw, ransel gede dengan tas kamera. Ternyata nihil sodara-sodara. Haha.. padahal ini terminal air asia, harusnya banyak backpacker disini. Mungkin jadwal gw yang gak tepat kali yah. Sebelum masuk, gw menyempatkan diri untuk sarapn di restoran cepat saji. Ketika melihat menu, gw langsung berfikir, “hey, you are on low cost traveling now. Backpacker mode on!”. Gw pilih menu yang paling murah dan tentunya pake nasi!.

Setelah kenyang, gw langsung menuju tempat check in. Yang gw suka dari Air Asia adalah ada fasilitas self check-in di alat yang mirip ATM untuk penumpang tanpa bagasi. Tentu saja dengan senang hati gw memilih fasilitas itu, that means that no need to measure my bag. Fyi, harusnya maksimal 7 kg sedangkan ransel gw beratnya 8 kg lebih. Gw sengaja beli alat timbang portable untuk perjalanan ini, mengingat biaya overweight mahal pisan. Sebenarnya gw udah siapin rencana ketika checkin yang gw dapat dari tips backpaker lain, jadi kalau checkin di mba2 counter, usahakan lw terlihat membawa backpack dengan enteng, dan langsung menyapa mbanya sebelum dia ngomong apa-apa, tujuannya adalah distraction. haha..

Beres check in, gw menuju ruang tunggu. Di pintu masuk, mas-mas imigrasi sudah menunggu untuk memeriksa passposrt. Yeah, akhirnya passport gw nambah cap. haha.. Percaya atau tidak, salah satu tujuan bcakpacker keluar negri adalah untuk koleksi cap imigrasi. Jujur itu juga tujuan gw yang ke nomor berapa gitu. :P.

Karena datangnya kecepatan, gw akhirnya harus menunggu agak lama. Gw sempat tidur dan tak lupa menelpon mama. Anak mama harus selalu ngabarin. hehe.. Gw sih bilangnya mau ke Thailand selama 10 hari, tapi sebenarnya singgah di tempat lain dulu. Kalau bilangnya ke 4 negara, keknya bakalan bikin mereka prihatin. Setelah dapat restu ( minta restu setelah di bandara, anak macam apa itu) , gw pamit dan janji akan selalu mengabari keadaan gw tiap hari.

Saatnya untuk boarding ke pesawat. I love morning flight. Yes pemandangan saat itu sangat indah, gw sempatin mengambil foto. Masa bodoh dengan anggapan orang klo gw katro or hipster. “Dont be bothered by what people think” . Itu salah satu motto dalam perjalanan, lepaskan jaim. :P . Di pesawat gw mendapat kursi paling belakang, yang konon tempat paling aman di pesawat. Puji Tuhan. Percaya atau tidak, hampir semua penerbangan di perjalanan ini, gw duduk di bagian belakang. Sayangnya gw duduk di bagian lorong, jadi gak bisa melihat pemandangan di luar dengan leluasa. But that was a nice flight, no turbulence.

Beberapa saat kemudian pesawat mendarat di bandara LCC Kuala Lumpur. Dari atas terlihat bahwa sekeliling bandara merupakan kebun kelapa sawit. Letak bandara ini dekat dengan bandara utama KLIA. LCCT diperuntukkan buat penerbangan low cost carrier. Bandaranya tidak terlalu bagus tapi cukup luas. Dari pesawat kami langsung menuju imigrasi. Prosesnya cukup cepat.

Gw kemudian menuju terminal bus setelah mendapat cap dari imigrasi, tentunya dengan mengambil peta yang disediakan gratis terlebih dahulu. Di Jakarta ada gak yah peta gratis semacam ini? Petualangan dimulai. Seperti yang gw baca di internet, gw harus mencari AeroBus atau Skybus. AeroBus (bus yang disediakan oleh Air Asia) berwarna merah dengan biaya 10 RM sedangkan Skybus (warna kuning) lebih murah yaitu 8 RM. Gw memilih SkyBus dong. Gw harus menunggu sekitar 30 menit sampai bus berangkat. Gw ambil tempat duduk paling depan.

Oh iya, dari LCCT gw berangkat ke KL Sentral yang merupakan terminal terintegrasi di KL. Perjalanan kesana memakan waktu sekitar 2 jam. Selama perjalanan, gw mendapatkan bahwa infrastruktur transportasi di Malaysia lebih baik dibanding dengan Indonesia. Jumlah kendaraan pun tidak terlalu banyak. Memasuki kota KL, ternyata tidak seramai kota Jakarta. Mirip dengan Singapura tapi lebih sepi, gedung-gedungnya pun tidak padat, dan erlihat bahwa KL masih hijau. Tiba di KL Sentral gw lagsung mencari MRT, namun ternyata setelah bertanya, gw disarankan untuk mengambil Monorail karena lebih dekat dan tidak transit. Tujuan gw adalah stasiun Imbi yang dekat dengan Hostel yang sudah gw booking. Apesnya adalah gw menuju ke Stasiun monorel yang tidak tepat, karena ada stasiun yang lebih dekat. Gw jarus jalan kaki sambil membawa ransel. Sampai di stasiun monorel, gw membeli tiket Monorel. Mesinnya mirip dengan mesin tiket MRT di Singapura. Tiketnya berupa koin yang cukup ditempelkan di portal sampai portal terbuka. Mirip dengan prosedur bus way di Jakarta. Ternyata monorel itu tidak terlalu spesial, jumlah penumpang yang ditapung sangat sedikit. Lintasannya mirip dengan rorel coster. Catatan : membawa ransel di monorel dengan penumpang lebih itu sangat repott…

Keluar dari stasiun Imbi, gw kemudian mencari Classic Inn, hostel yang gw book lewat booking.com . Berbekal peta yang gw print, gw mencari hostel tersebut. Ternyata susah juga, gw bertanya ke orang-orang gak ada yang tahu. Hampir putus asa, gw melihat ke Lumia gw, iseng pengen lihat maps. Ternyata oh ternyata, maps gw di Lumia itu tetap bekerja walaupun tanpa sinyal. Gw memasang airplane mode sejak meninggalkan Jakarta. Gile, canggih juga nih, ternyata benar yang dibilang Dodi ketika dia ke US, dia masih tetap bisa menggunakan Here Maps walaupun tanpa sinyal. Puji Tuhan.. Di Here Maps gw melihat posisi gw saat itu dengan tepat. Beberapa saat kemudian gw sudah sampai di Hostel.

Classic Inn cukup modern, dengan interior yang indah. Gw membayar dengan kartu kredit yang totalnya sekitar 140 ribu untuk satu malam. Setelah proses cek in, gw diantar ke kamar ‘kami’. Ya ‘kami’ karena di hostel kita harus berbagi dengan orang lain. Dalam perjalanan gw menerka-nerka, teman gw gimana yak? haha.. Jadi gw memesan kamar yang isinya 4 orang, dan ternyata ketika masuk cuma ada satu orang. Kebetulan orangnya lagi keluar. Pastinya sedang wandering somewhere.

Setelah beristrahat beberapa saat dan tentunya mandi, gw memutuskan untuk segera melihat kota KL. Gw menuju stasiun Imbi dan mengambil jurusan KL Sentral. Dari KL Sentral gw menuju stasiun Mesjid Jamek. Oh iya, kalau di Singapura tiket MRT berupa kartu, kalau di KL bentuknya mirip koin warna biru. Caranya sama tinggal ditempelin ke detektor kemudian pintu terbuka.

Tujuan pertama adalah daerah Merdeka Square. Disini banyak gedung-gedung tua dengan gaya arsitektur eropa. Juga ada lapangan Merdeka yang sedang direnovasi, Museum Tekstil, Museum  . Untuk mencari ole-ole bisa mengunjungi Pasar Seni yang menjual berbagai macam pernak pernik. Yang menarik perhatian gw adalah seorang tua yang menjual lukisan dalam botol yang diiisi pasir. *kebayang gak :D. Setelah puas melihat-lihat, tanpa membeli apapun tentunya, gw menuju Petalling Street, katanya sih wajib dikunjungi. Menurut gw biasa-biasa aja, tipikal China Town pada umumnya.

Karna sudah mulai bosan, gw kembali ke tempat semula, sekitaran Mesjin Jamek. Karna lapar, gw beli makanan di McD, lumayan bisa dapat AC dan tempat duduk yang nyaman. Setelah itu gw jalan-jalan ke sebuah square yang ada tugu Jam, lupa namanya. disitu ada pertunjukan air mancur sederhana. haha.. yang menarik adalah ada anak kecil bule yang amazed dengan pertunjukan itu, jadi dia masuk ke area keluarnya air trus berlagak seperti water bender. haha…

Setelah itu, gw mengikuti misa di Gereja St. John. Walaupun di negri orang, kewajiban untuk beribadah tentunya harus tetap dijalankan. :)

Malamnya gw menuju KLCC untuk melihat menara Petronas. Banyak banget yang foto disana -__-. Lumayan susah untuk mengambil gambar yang sempurna karena terlalu tinggi dan posisi untuk mengambil foto tepat berada di kaki menara. Setelah dapat foto terbaik, gw menuju bukit bintang pakai bus KL Go. Gratis dan ada Wifi. Saatnya mengabari keluarga dan tentunya update socmed. :P

Bukit Bintang hampir mirip dengan kota di Singapura, lebih modern, sayangnya waktu itu lagi ada konstruksi MRT jadi ada perbaikan jalan sana sini. Untuk makan malam gw terdampar lagi di KFC. >.< . Trus karena salah order, sebenarnya mba nya yg salah dengar, gw harus membayar 16 RM. Damn… Dari situ gw balik ke hostel jalan kaki. Selain hemat, gw malas cari transportasi ntar malah kesasar, lagian tidak terlalu jauh. *menurut gw.

 

Day 2

Hari kedua gw bangun pagi-pagi untuk menghemat waktu. Biar gak antri, tanpa mandi gw langsung menuju tempat sarapan. haha.. ternyata petugasnya orang Madura. :)). Sarapannya menurut gw berlebihan, apel -roti – nasi goreng – teh, yang ujung-ujungnya tidak gw habiskan. Untungnya bukan nasi lemak. Gw udah muak dengan nasi yang berbumbu aneh. Setelah beberes dan memastikan tidak ada yang tertinggal, gw menuju resepsionis untuk check out dan menitipkan backpack gw. Oh iya kebanyakan hostel memberikan fasilitas untuk menitipkan barang jika kita harus check out tapi ternyata jadwal pesawat kita malam hari, kan lumayan tuh beberapa jam untuk jalan-jalan.

Dari situ gw lagsung menuju KL Sentral untuk mengambil kereta menuju Batu Caves. Keretanya bagus dan bersih, beda jauh dengan MRT di Singapura. Perjalanan ke Batu Caves kira-kira 1 jam. Lumayan buat tidur. hehe.. Ternyata Batu Caves lumayan bagus, iconnya adalah patung dewa yang diberi cat emas. Selain itu kita bisa mendaki menuju gua yang terdapat kuil. Tangganya lumayan terjal dan banyak monyet. Beware with the monkeys.

Setelah puas di Batu Caves, gw balik ke hostel untuk mengambil barang kemudian ke bandara menggunakan Aero Bus di KL Sentral.

Next -> Phuket.

 

 

 

 

SEA Trip : Thailand – Phuket

Day 2

Perjalanan dari KL ke Phuket memakan waktu kira-kira 1 jam. Karena penerbangan gw waktu itu penerbangan malam, gw lumayan kuatir apakah masih ada kendaraan umum menuju Phatong Beach. Ternyata masih banyak sodara-sodara. Awalnya gw mau naik taksi, tapi mini bus masih ada. Oh iya, sejak keluar dari bandara, gw selalu ditanya orang pakai bahasa Thai, gw sih senyum-senyum saja, sampai ada supir taksi yang nyeletuk ” oh, you are not Thai” . Hmm.. muke gw kayak orang Thaland gitu? dan kejadian ini berlanjut sampai di Vietnam. hmm..Asian is Asian.

Tarif mini bus ke Phatong Beach adalah 180 bath. Kita langsung diantar ke hostel kita masing-masing. Tapi di tengah perjalanan kita ‘dipaksa’ untuk masuk ke travel agent. Mereka akan menawarkan paket-paket tour mereka. Tapi jangan kuatir, jika kita menjawab kalau kita sudah ada tour, mereka tidak akan memaksa. Setidaknya itu pengalaman gw. Supir di sini kalau nyetirnya gak tanggung-tanggung, kecepatannya mungkin diatas 100, mana jalanannya naik turun dan tikungan banyak. -__-.

Sampai di hostel penjaganya kaget, dia pikir gw cewek karena nama gw. Jadinya gw digabungkan dengan cewek-cewek dari Indonesia. Jadi kamar itu harusnya berisi 6 orang. Mereka ada 5 orang. Kebetulan ketika gw masuk mereka lagi cari makan. Beberapa jam kemudian mereka datang. Mereka cekikikan gak karuan mengetahui ada cowok di kamar mereka. Mereka pasti tidak tau kalau gw orang Indonesia. Mereka malah taruhan klo gw ini bule atau bukan, kalau bule mereka akan ‘bungkus’ buat dibawa pulang. -__-. Dan tentunya mereka ngobrol dalam bahasa, jadi gw ngerti semua yang mereka bicarakan. Ternyata oh ternyata..cewek cewek juga ngobrol masalah yang begitu-begituan. haha…

 

Day 3

Sebelum cewek-cewek itu bangun, gw sudah siap-siap duluan karena harus mengejar trip Phi Phi Island yang dimulai jam 7. Setelah mandi gw menuju lobby dan ternyata supir yang menjem[ut gw sudah datang, tanpa menunggu lama kami menjemput peserta yang lain.  Lokasi pemberangkatan ternyata cukup jauh dari hostel di phatong beach, masih bisa tidur di mobil. Sampai dilokasi, sudah banyak yang menunggu. Rata-rata bule dan punya rombongan. Gw doang yang sendirian. Haha. Life must go on.

Beberapa saat kemudian kami sudah diperlengkapi dengan alat snorkling dan siap untuk menuju pulau. Di kapal gw bareng orang Italia, Prancis, Jerman, dan sepertinya ada orang Malaysia. Perjalanan pertama menuju pulau