Concert with CVJ

Thanks God for letting me join this choir. CVJ, Capella Victoria Jakarta is well known as a fine choir that sings classical sacred music. I join this choir by accident, at that time I was hanging out with my friends at church canteen. Then suddenly i heard an angel voice, haha, singing a different genre with that one  I always heard on Sunday mass, the same genre that I sung when I was at university. This is my call. After their rehearsal, I met the conductor and propose my self. What a shame.

On the next week, I joined their rehearsal. I was not surprised by the song, but by the member. They have a great voice, each of them. They can be a soloist anytime without hesitate. Kinda embarrassing . But they always support me, even when I made a mistake along the rehearsal time. Haha. Yeah, I have a dark color of voice that make me hard to sing clearly and brightly.

On December we had a Christmas Concert at St. Marry Chapel. It was a great concert for my self, the songs are beautiful. Finally I felt that atmosphere again, being a singer in a concert.

Please take a look for our videos below :

Toraja Hari Ini

Sudah 10 tahun lebih gw meninggalkan kampung halaman tercita, Toraja, untuk melanjutkan studi dan mengejar cita-cita. Selama sepuluh tahun itu tentunya gw juga sering pulang untuk bertemu dengan keluarga. Selama itu pula gw merasakan banyak perubahan yang terjadi di Toraja ini. Mulai dari akses ke Toraja sendiri maupun pembangunan fasilitas-fasilitas umum di kota ini.

Dahulu, jika gw ingin pergi ke makassar atau balik ke toraja, selalu menggunakan bus kecil yang ukuran tempat duduknya lumayan sempit. Langganan keluarga gw adalah Toraja Indah. Sebuah bus dengan kapasitas 26 orang tanpa AC, haha.. Namun sekarang, bus yang ke Toraja sudah bus yang super besar dengan fasilitas wah. Mungkin hampir bisa disamakan dengan pesawat. Ruang duduk yang jauh lebih lega, fasilitas AC, toilet, dan juga Selimut yang nyaman. Mungkin jika pernah merasakan kelas business di pesat, rasanya kira-kira seperti itu. Oh iya, satu lagi adalah fasilitas wifi.

Akses kesana pun sudah lebih mulus terutama perjalanan dari Makassar ke Pare-Pare. Jalanan Trans Sulawesi ini sudah full beton, sedangkan dari Pare-Pare ke Toraja masih pakai hotmix namun mulus. Dengan demikian perjalanan lebih lancar dan nyaman.

Sejak awal, Toraja sudah dikenal dengan daerah pariwisata yang terkenal, namun karnena pengelolaan yang kurang optimal, Toraja sering disebut raksasa yang tidur. Saat ini sejumlah daerah wisata mulai berbenah, mulai dari akses Transportasi dan juga Akomodasi. Tujuan wisata yang baru pun bermunculan,  sebut saja wisata rafting, pemandangan alam di Pango-pango, dan wisata religius dimana akan dibangun Patung Jesus yang lebih besar daripada yang ada di Brazil. FYI, patung ini tepat berada di puncak gunung yang dari rumah gw kelihatan dengan sempurna. Thats the point. :D

Terakhir gw pulang kampung, gw mengunjungi gunung Pango-Pango. Puncak gunung ini adalah yang tertinggi di Toraja. Dari sini kita bisa melihat semua daerah di Toraja. Gw baru menyadari bahwa Toraja benar-benar daerah yang dikaruniai keindahan alam yang tiada tara. Banyak gunung yang bertebaran dan diselanya itu masyarakat Toraja bermukim, bahkan sampai di puncak gunung. Pemandangan dari sini benar-benar mengagumkan. Jika kalian ke Toraja, gw sarankan untuk mengunjungi tempat ini.