lembah karmel

lembah karmel merupakan biara suster ordo Karmel OCD. tempat ini berlokasi di daerah lembang. ketika memasuki kota lembang, kita dapat menjumpainya dengan mudah di sebelah kiri disamping hotel pesona bambu.

tempat ini sangat sering digunakan oleh wisatawan rohani khususnya orang2 katolik. tempat ini digunakan untuk menyepi sambil berdoa. di kompleks ini terdapat jalan salib, gua maria, dan juga patung pieta Yesus. selain itu terdapat biara dan juga kapel.

golgota

suasana ketika memasuki kompleks ini sangat damai dan tentram. pengunjung dilarang membuat kegaduhan bahakan handphone diminta untuk dimatikan atau disilent. lingkungannya asri dengan udara yang sejuk. pemandangan dari gua sangatlah indah, lembah yang terhampar luas dapat dengan mudah kita saksikan.

tempat ini sangat tepat buat berdoa dan merenung. menikmati keindahan ciptaan Tuhan sekaligus berkomunikasi dengan Dia. selain berdoa di gua, kita juga bisa berdoa dalam kapel. kapel ini dibuka hanya sampai jam 4 sore.

foto yang lain

kapel

st. theresia

gua maria

Yesus

jambret

tiba2 ada suara cewek terdengar dari luar. awalnya gw pikir hanya sekelompok mahasiswi yang lagi becanda. namun stelah buka jendela dan melihat ke arah jalan, ternyata seorang mahasiswi yang sedang menangis  dan terlihat panik.

teman kost yang lain sudah keluar terlebih dahulu. mereka mengajak mahasiswi tersebut masuk sambil mencoba menenangkannya. mahasiswi tersebut masih menangis ketika ia berusaha mencoba menghubungi beberapa temannya agar dia bisa dijemput.

setelah tenang dia akhirnya cerita. ternyata dia barusan jadi korban jambret. laptopnya diambil paksa dua orang yang mengendarai sepeda motor. modusnya si penjambret yang satu mau menyebrang dan yang satu menunggu di sisi jalan. ketika berpapasan dengan mahasiswai tersebut, dia langsung menarik pakasa laptop yang dijinjingnya. sontak dia langsung terjatuh. untung penjambretnya tidak pakai senjata. mahasiswi tersebut tidak seempat berteriak karena syok.

daerah cisitu memang sangat sepi ketika jam 9 malam ketas. dimana sudah tidak ada angkot, sehingga mahasiswa sering memilih untuk jalan kaki ketimbang naik ojek. dan mungkin karena sudah terbiasa, si mbak ini tidak memasukkan laptopnya ke tas.

mungkin nilai laptopnya bisa diganti, tapi yang parah adalah isinya. si mbak ini ternyata lagi nyusun TA. semua datanya ada di laptop tersebut. semoga saja dia punya backup.

insight dari cerita ini adalah kita harus selalu waspada. bahkan ketika kita menganggap sesuatu itu sudah biasa. jadi jangan memberikan kesempatan kepada orang untuk berbuat jahat. karena dari cerita mbaknya, dia tidak dibuntuti tapi terjadi begitu saja karena si penjambret punya kesempatan dan itu terjadi spontan.

your ‘first-time’

when was the last time you did something for the first time?

reblogged from analyfe 

So often, our days are built around a routine. Our lives are composed of endless cycle of work, meals, family, household chores, and social obligations.

Think back to some of your best experiences in life. When were you the happiest, most excited, and completely engaged in what you were doing? I would bet those moments weren’t spent holed up in a tiny cubicle or meticulously picking lint off of freshly laundered clothes. I would venture to guess that a majority of those memorable experiences were spent doing something for the first time. Often being stretched to our limits and learning something new will make us feel at the top of our game, and even the simple act of trying something different can boost our enthusiasm, happiness, and well-being.

The ultimate experience of “flow” occurs when a challenging task overlaps with one’s skills (many of which may be yet undiscovered). When we’re comfortable with our life and routines, it’s often difficult to take the first step towards trying something new, despite the potential benefits. Even if the new experience isn’t great, we’re often proud of ourselves for at least stepping out of our comfort zone and opening ourselves up to new possibilities. Continue reading “your ‘first-time’”

about time

“Don’t say you don’t have enough time. You have exactly the same number of hours per day that were given to Helen Keller, Pasteur, Michaelangelo, Mother Teresa, Leonardo da Vinci, Thomas Jefferson, and Albert Einstein.” – H Jackson Brown

“I’m the one that’s got to die when it’s time for me to die, so let me live my life the way I want to.” – Jimi Hendrix

your life is as stake

proverbs 4:1-27

1–2 4 Listen, friends, to some fatherly advice;
sit up and take notice so you’ll know how to live.
I’m giving you good counsel;
don’t let it go in one ear and out the other.

3–9 When I was a boy at my father’s knee,
the pride and joy of my mother,
He would sit me down and drill me:
“Take this to heart. Do what I tell you—live!
Sell everything and buy Wisdom! Forage for Understanding!
Don’t forget one word! Don’t deviate an inch!
Never walk away from Wisdom—she guards your life;
love her—she keeps her eye on you.
Above all and before all, do this: Get Wisdom!
Write this at the top of your list: Get Understanding!
Throw your arms around her—believe me, you won’t regret it;
never let her go—she’ll make your life glorious.
She’ll garland your life with grace,
she’ll festoon your days with beauty.”

10–15 Dear friend, take my advice;
it will add years to your life.
I’m writing out clear directions to Wisdom Way,
I’m drawing a map to Righteous Road.
I don’t want you ending up in blind alleys,
or wasting time making wrong turns.
Hold tight to good advice; don’t relax your grip.
Guard it well—your life is at stake!
Don’t take Wicked Bypass;
don’t so much as set foot on that road.
Stay clear of it; give it a wide berth.
Make a detour and be on your way.
Continue reading “your life is as stake”

uncommon culinary

sampai hari ini gw masih hidup menghirup napas dari Sang Pencipta, sampai saat ini juga gw sudah banyak merasakan rejeki yang diberikan lewat mulut ini. berbagai macam rasa, warna, bentuk makanan sudah gw nikmati (walaupun gak semuanya enak ).  mungkin makanan2 berikut tidak terlalu asing bagi beberapa orang, namun cukup layaklah kalau disebut makanan yang tidak umum bagi orang kebanyakan. berikut makanan unik versi gw.. *ala on de spot

.: siput/keong

kalau di daerah asal gw dinamakan suso atau koteng. hidupnya di sawah atau di kolam air tawar. bentuknya mirip seperti siput besar yang kita sering lihat di taman, namun ukurannya jauh lebih kecil. warnanya hitam kecoklatan. kalau di daerah sunda disebut ‘tutut’. oh iya, jangan sembarang makan siput ini karena mreka bisa mengandung zat2 kimia dari limbah. jadi lebih baik membeli siput yang asalnya dari desa. yu know lah.cara masaknya sederhana, cukup dibersihkan dengan air sampai benar2 bersih. kalau perlu diulang beberapa kali. kemudian direbus dengan air bersih, tambahkan garam dan daun sereh. tunggu sampai 30 menit. rasanya enak, walaupun beberapa bagian dagingnya pahit. jadi jangan dimakan semua, cukup bagian yang keras. bisa juga disambel dengan tomat dan cabe. rasanya lebih gurih.

.: katak

kebayang katak pasti merinding. hewan amfibi ini memang tidak lazim dikonsumsi. namun di sebagian negara terutama asia timur, katak merupakan komoditas yang dicari. yang dikonsumsi dari tubuhnya hanyalah bagian paha saja. biasanya disebut suike. rasanya mirip daging ayam. ada yang bilang jangan makan tulangnya. katanya berbahaya.

 .: kuda

kebayang gak makan daging kuda? terdengar sadis. hewan yang identik sahabat manusia dan salah satu sarana transportasi ini di beberapa daerah bisa dikonsumsi. di daerah makassar, kuda dijadikan bahan untuk membuat coto. kuliner terkenal dari negri anging mammiri. rasanya mirip daging sapi tapi lebih liat. rasanya enak apalagi kalau dibuat coto. hehe..

.: moa (belut raksasa)

pasti sudah familiar dengan belut. rasa daging belut memang enak apalagi diramu dengan bumbu yang pas. tapi pernah gak melihat hewan namanya moa? belut raksasa. hewan ini termasuk langka. bahkan di daerah tertentu dianggap sebagai hewan keramat. namun gw pernah memakannya. hehe.. hewan ini seperti belut dengan ukuran jumbo. diameter bisa mencapai ukuran betis orang dewasa. struktur dagingnya mirip pork. kenyal2 berlemak. rasanya juga enak. bisa dimasak seperti cara memasak daging pada umumnya.

sidat 300x239 Sidat, Komoditas Unggulan Yang Terlupakan

.: laron

kemunculan laron menandakan akan segera natal dan tahun baru, itu cerita di daerah asal gw ketika masih kecil. jadi ketika kecil menjelang natal biasanya laron2 pada muncul dan memenuhi udara di pagi hari. saat2 itu digunakan oleh  kami bocah2 untuk bermain menangkap laron. hasil tangkapannya gak serta merta dibuang begitu aja, tapi disangrai. hahaha.. laron yang masih bersayap itu langsung ditaroh di wajan beberapa menit sampai sayap2nya lepas dengan sendirinya. biasanya dimakan langsung dengan nasi. rasanya gw sudah lupa, karna tradisi ini kemudian mulai menghilang ketika mulai akhir sd. klo sekarang ditawari makan laron gw gak bakalan mau. geliii…. tapi katanya di jawa laron juga dikonsumsi dijadikan penyek. hmm..

.: doggy

ini lebih sadis lagi keknya. walaupun gw pecinta doggy, tapi gw juga mengkonsumsinya. *ironis. hahaha… setahu gw ini merupakan makanan yang populer di daerah minahasa dan toraja. rasanya beda dengan daging yang lain. tapi yang pasti enak. :D . kalau di toraja, biasa dimasak dengan lengkuas dan jahe. rasa pedas dan gurih dagingnya membuat kita berkeringat dan pengen nambah terus.

.: kelinci

makanan dari kelinci lumayan sudah dikenal masyarakat. dagingnya yang empuk dan khasiatnya membuat makanan ini sering diincar. tapi banyak juga yang gak tega makan daging ini. mungkin karena image kelinci yang imut2 sehingga membuat mreka kasian.

.: nasi kecap susu

kayaknya cuma gw yang tau makanan ini. nasi putih campur susu bubuk dan diberi kecap. enatah kenapa waktu kecil gw sering makan ‘nasi campur’ ini. waktu itu sih rasanya enak. bahkan gw lebih sering makan dengan menu ini daripada menu yang lain. entah sekarang rasanya seperti apa. buat yang penasaran, silahkan dicoba. hehe.. tapi kalau dilihat dari kandungan gizi, lumayan lengkap. :D

tobecontinued

*pict source : klik on the picture

padalarang

kesampaian juga pergi ke padalarang. daerah yang gak terlalu spesial sih, tapi dari dulu sejak tingkat pertama masa kuliah, gw sering diajakin teman untuk jalan2 kesini naik kereta api ekonomi. katanya blum afdol klo blum ke padalarang naik kreta ekonomi. *katanya.  setelah mengikuti les hari ini ini gw beranjak ke stasiun untuk membeli tiket kereta ekonomi. tiketnya hanya 1000 rupiah. haha. sangat murah.

namun harga menentukan kualitas, gw merasakannya setelah naik kereta. gerbongnya lumayan jorok. sampah bertebaran sana sini. untung ada petugas yang rutin membersihkan. kalau gak, kebayang gerbong ini sudah jadi gerbong pembuangan sampah. selain itu gerbong juga penuh dengan pedagang asongan, pengemis, dan pengamen. semua hilir mudik menjajakan barang dan jasa mereka. hanya satu yang menrik perhatian gw. hansaplast dengan motif batik. gw beli dengan harga seribu rupiah.

sebelum sampai di padalarang, kereta ini berhenti 4 kali. setibanya di stasiun trakhir, gw keluar dan berjalan2 di sekitar stasiun dan menuju ke arah kota sambil hunting foto. dengan bb seadanya, gw mengabadikan beberapa gambar.

udara saat itu sangat dingin karena langit mendung pertanda akan hujan. benar saja setelah kembali dari jalan2, hujan turun ketika gw sampai di stasiun. rencana langsung balik, namun kereta berikutnya baru berangkan sejam setengah lagi. lagi pula tiket baru dijual 15  menit sbelum keberangkatan. gw memutuskan menunggu di tempat tunggu diantara jalur kereta. suasananya sangat tenang. dingin dan pemandangan khas stasiun yang bikin melow. *keingat film 5cm per second. haha..

*lumayan mirip lah.. foto bawah ada kursinya juga loh..

ternyata ada sepasang pemuda yang juga lagi hunting foto stasiun. menariknya mereka memakai kamera analog, terlihat ketika mereka mengeluarkan rol film mereka. jadi kepengen segera beli kamera mirrorless… #iwish. selanjutnya gw meneruskan perjalanan kembali ke bandung dengan kereta yang sama dan tentunya tarif yang sama 1000 rupiah :D.

foto2 : disini