Kejadian Lucu Saat Gempa

Hari rabu lalu (020909) Indonesia kembali ditimpa bencana. Kali ini berupa gempa bumi yang melanda hampir seluruh pulau jawa, bahkan ada yang bilang sampai ke Sumatra dan Bali.
Gempa kali ini diperkirakan lebih dahsyat dari gempa di Jogjakarta. Pusat gempa berada di Jawa Barat tepatnya di Tasikmalaya. Kekuatan gempa mencapai 7,4 R. Pada skala ini sangat memungkinkan terjadinya Tsunami.
Namun beruntung, tsunami tidak terjadi. Namun demikian, korban tetap berjatuhan, baik korban jiwa maupun materil.
Ketika gempa terjadi, masyarakat masih sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, karena pada saat itu merupakan jam kerja. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi orang yang berada di gedung yang tinggi.
Untuk menyelamatkan diri sangatlah susah. Apalagi di gedung dengan sistem keamanan yang mematikan listrik ketika terjadi gempa.
Saya sempat melihat berita di TV yang menayangkan seorang ibu yang tengah hamil tua, terpaksa turun dari lantai 17 dengan menaiki tangga. Bisa dibayangkan perjuangan ibu tersebut.

Namun diantara kepanikan tersebut, ada-ada ‘kejadian’ yang lucu. Disaat suasana lagi genting, kejadian ini membuat kita tertawa.. Berikut ini kejadian yang diceritakan oleh teman-teman saya di ITB..
(mungkin kejadiannya tidak sedetil yang mereka ceritakan)

 

 

Mita EL 07
Ketika itu dia sedang internetan, di dekatnya ada ada tukang ( dia tidak menyebutkan tukang apa)
Tukang : “Neng, ada gempa.. Cepat lari “…
Mita¬†¬† : ” Tunggu sebentar “. Dalam hati mita berkata ” tunggu, saya mau update status facebook dulu menjadi GEMPA, kan jarang-jarang ada gempa… “.

Continue reading “Kejadian Lucu Saat Gempa”

KuPu KuPu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Ternyata, Kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut.
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu. Ternyata Semuanya tak pernah terjadi. kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.
 

Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut merupakan akibat dari ketidak mengertiannya bahwa kepompong yg menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu berpindah ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga sayapnya menjadi kuat, dan siap terbang begitu memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang pejuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya memohon Kekuatan ….. Dan Tuhan memberi saya Kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat
Saya memohon Kebijakan … Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran …. Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Saya memohon Keteguhan hati … Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta dan Kasih sayang…. Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati…. Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan dan tantangan untuk diatasi.
Saya tidak memperoleh yg saya inginkan……. Tetapi … Saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

==

dikutip dari renungan harian