Xiaomi Notebook 13.3 Fingerprint

Saya baru saja membeli sebuah notebook baru keluaran Xiaomi. Kebetulan ada rejeki dari hasil investasi bitcoin, hehe. Sebetulnya saya ingin membeli surface laptop tapi harganya sangat mahal, apalagi uang sisanya masih bisa saya gunakan untuk hal yang lain.

Pilihan saya memilih Xiaomi Notebook karena harganya yang relatif murah di kelasnya. Untuk notebook atau ultrabook dengan spesifikasi yang sama, harganya sangat berbeda. Untuk Xiaomi Notebook 13.3 FIngerprint version, harganya sekitar USD 890, sedangkan merek lain bisa lebih dari USD 1000. Selain itu design dan material buildnya sangat sexy, terbuat dari aluminium dan ketebalannya sangat tipis. Notebook ini mirip dengan MacBook keluaran Apple, namun di depannya tidak terdapat logo apapun, jadi terlihat lebih elegan. Continue reading “Xiaomi Notebook 13.3 Fingerprint”

Living In Mine Site : Resiko Bekerja di Tambang

Uang banyak, mungkin itulah yang pertama kali terlintas di benak kita jika mendengar seseorang bekerja di pertambangan. Memang tidak salah, pendapatan pekerja tambang memang diatas rata-rata. Hal ini karena banyak konsekuensi yang mereka harus tanggung dibandingkan dengan pekerja kantoran pada umumnya. Lokasi yang jauh, pekerjaan yang berat, memerlukan fisik yang kuat, jauh dari peradaban, dan paling penting adalah resiko bahaya.
Saat ini saya sedang bekerja di sebuah tambang yang katanya salah satu tambang terbesar di dunia, PT Freeport Indonesia. Saya bekerja di kontraktor yang berpusat di Swedia. Tugas kami adalah membuat sebuah sistem pengangkutan ore underground dengan menggunakan kereta/train secara otomatis. Mirip dengan MRT bawah tanah.

Pekerjaan ini membuat saya harus sering kali turun ke bawah tanah untuk melakukan commissioning atau testing atas sistem yang kami sudah pasang. Saya termasuk beruntung karena saya tidak harus turun tiap hari, karena saya ditugaskan di bagian software. Hehe. Masuk ke undergound bukan sesuatu yang menakutkan buat saya, walaupun sebelum ke tempat ini saya sempat meragukan apakah saya bisa bertahan, apalagi saya punya phobia ruang sempit. Namun itu semua bisa saya atasi, apalagi kami sempat melakukan training undergound di kutub, tepatnya di Kiruna Swedia.

Underground mining merupakan lingkungan yang sangat berbeda dengan open-pit. Open-pit mining adalah pertambangan yang dilakukan di ruang terbuka, karena bahan galian mudah untuk diambil, letaknya tidak jauh dari permukaan tanah. Karena letaknya yang terbuka, resikonya jauh lebih ‘ringan’ daripada pertambangan underground.

Berikut beberapa resiko yang ada pada pertambangan bawah tanah yang umum kita jumpai.

Pertama, Resiko di underground yang paling umum adalah terowongan yang runtuh. Di Freeport ini konon katanya panjang terowongan kurang lebih 500km. Kemungkinan tersesat sangat tinggi. Pernah ada kejadian dimana lebih dari sepuluh orang meninggal karena terimbun terowongan/ruangan yang runtuh. Para engineer pertambangan harus sangat teliti dalam merancang terowongan, termasuk ground support untuk menahan bebatuan di dalam gua dan juga penempatan rescue chamber untuk berlindung.

Kedua adalah gas beracun. Di dalam tanah terdapat banyak gas yang sangat beracun untuk manusia. Gas ini bisa berasal dari alam maupun dari aktifitas pertambangan, misalnya hasil pembakaran mesin atau hasil pengeboman/blasting. Gas yang paling umum adalah CO, CO2, H2S, NO, dll . Minggu lalu ada dua orang yang meninggal karena menghirup gas CO yang kadarnya sudah jauh diatas ambang batas yang dapat ditolelir manusia.

Ketiga adalah kebakaran. Kebakaran bisa berasal dari listrik maupun hasil dari aktifitas pertambangan. Didalam tambang banyak terdapat alat-alat yang berhubungan dengan listrik dan bahan bakar yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Keempat adalah jatuh dari ketinggian. Resiko ini sering terjadi karena kecerobohan dari karywan. Bekerta diatas ketinggian lebih dari 2 meter harus menggunakan safety harnes atau alat yang disebut lift.

Dengan adanya potensi resiko tersebut, tentu saja pihak perusahaan telah melakukan tindakan preventif seperti melakukan pelatihan mengenai safety untuk semua karyawan dan harus diperbaharui setiap tahun. Selain itu kita juga diberika perlengkapan yang canggih seperti Savox, lampu, gas detector, aid-kit, masker dll. Tentu saja sangat merepotkan untuk membawa semua perlatan tersebut, tapi demi keselamatan kita harus mematuhi aturan.

Walaupun kita tidak berada di bawah tanah, resiko lainnya tetap mengintai. Tembagapura adalah sebuah kota mandiri yang dibangun oleh pihak perusahaan. Kota ini dikelilingi oleh gunung dan hutan yang rimbun. Pemandangannya sangat indah. Namun dibalik itu terdapat seriko tanah longsor dan banjir bandang. Tembagapura memiliki curah hujan yang sangat tinggi, melebihi kota Bogor yang disebut kota hujan. Hujan pasti ada setiap harinya, bahkan untuk melihat matahari dan langit biru merupakan kesempatan yang langka. Karena debit air yang tinggi dan tanah yang gembur, tanah longsong merupakan hal yang ‘wajar’ buat masyarakat disini. Tanah longsor yang parah terjadi dua bulan yang lalu, menyapu salah satu sisi dari kota ini.

Hanya itu?

Masih ada bahaya lain yang sangat serius. Tidak dari alam, tapi dari lingkungan sekitar. Penembakan. Selama sebulan terkahir, kasus penembakan sering tejadi di sekitar daerah tambang. Pelaku dari penembakan ini belum diketahui atau belum dipublikasi secara umum, banyak rumor yang beredar tapi saya tidak mau berspekulasi disini.

foto yang beredar di WA group
Target sasaran mereka adalah para penjaga keamanan yang terdiri dari TNI, Brimob, dan Security. Sudah ada beberapa korban yang jatuh dari pihak kemanan. Namun yang membuat resah adalah mereka mulai mengancam untuk menyerang pekerja jika pihak keamanan tetap ‘mengusik’ mereka.

Saya punya teman seorang perawat di rumah sakit yang sering dinas di kampung sebelah. Mereka memiliki klinik disana untuk membantu penduduk lokal. Namun sayangnya mereka juga sempat mengalami kejadian yang tidak enak sampai ada korban yang jatuh. Teman saya ini harus tertahan di lokasi kerja selama 5 hari dengan kondisi bahan makanan yang semakin menipis. Bahkan pada saat evakuasi meuju kota Tembagapura, mereka dihadang oleh beberapa puluh orang yang mengatasnamakan OPM. Mereka diancam dengan senjata api dan senjata tajam lainnya. *mungkin suatu saat saya akan menuliskannya.

Tadi pagi ketika saya turun ke kota Tembagapura, *saya tinggal di Ridgecamp, kota lainnya yang dekat dengan daerah underground., saya disambut dengan aksi penembakan di kejauhan. Semua orang diperintahkan untuk masuk kedalam rumah. Dari kejauhan terdengarbunyi tembakan dari kedua pihak. Pihak perusahaan pun membunyikan sirine beberapa kali tanda kota dalam bahaya. Semua transportasi antar kota pun sempat dihentikan. Pada sore hari saya sudah bisa balik ke kamar saya dengan selamat. Bus ataupun mobil disini dilengkapi dengan kevlar anti peluru untuk meminimalisasi  korban akibat adanya penembakan.

Aksi penembakan ini sangat mengganggu aktifitas di pertambangan atau di kota. Jika akses masuk ke dalam lokasi tambang tertutup, otomatis kami akan terisolasi. Masih ada kemungkinan untuk keluar menggunakan helikopter, tapi resiko helikopter ditembak jatuh tetap ada. Terputusnya akses ke kota ini akan menghambat alur logistik, baik untuk tambang maupun untuk keperluan sehari-hari seperti bahan makanan dan lainnya.

Semoga kejadian ini bisa segera berakhir dan ditemukan jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak

Workout at Office

Selama dua minggu terakhir, tepatnya selama liburan, saya tidak pernah olahraga lagi. Keinginan untuk olahraga dikalahkan oleh tempat tidur dan makanan di rumah. Hehe.

Susana berbeda ketika hari pertama masuk kerja. Perbincangan sekarang seputar “what have you done for workout yesterday?”. Bahkan salah satu teman yang selama ini kemungkinan dia untuk olahraga bisa dibilang 0%, dan yang mengejutkan adalah dia berhenti minum. Biasanya dia minum minimal 4-6 kaleng bir setiap malam. Luar biasa.!!

Setelah gw tanya, ternyata penyebabnaya adalah ‘kompetisi’ yang dibuat oleh kantor pusat dari Stockholm. Selama liburan saya memang mendapat email yang isinya akan ada kegiatan yang dimulai tanggal 2 oktober. Tapi karna ditulis dalam bahasa swedia, saya cuekin saja.

sebelumnya peringkat 5 loh..

Jadi kompetisi ini namanya “15 Med Paolo”. Linknya ada disini. Isinya adalah sejumlah workout dengan intensitas tertentu. Levelnya pun disesuaikan dengan kemampuan individu. Setiap workout yang dilakukan akan mendapatkan poin. Poin ini kemudian diakumulasi untuk nantinya diperingkatkan untuk mendapatkan juara, ada juara individu dan juara team. Kebetulan saya masuk ke team Indonesia.

masih jauhh

Menurut saya kompetisi ini lumayan efektif untuk mengajak para karyawan untuk olahraga. It’s fun anyway.

So, lets see if we can win this competition. :D

Toraja Culinary

Traveling ke Toraja bisa cukup merepotkan bila dikaitkan dengan makanan. Beberapa tahun yang lalu cukup sulit untuk mendapatkan makanan halal di Toraja. Hanya beberapa warung yang menjualnya. Namun sekarang sudah banyak warung yang menyiapkan makanan halal buat teman-teman muslim.

Selain kesulitan mencari makanan halal, untuk mencari warung pun tidak banyak. Budaya orang Toraja yang masih menganggap kalau mau makan harus di rumah sendiri. Demikian halnya untuk minum kopi. Jadi jangan heran jika tidak banyak warung makan dan warung kopi di Toraja. Tapi saya yakin ke depannya akan bermunculan warung atau restoran untuk menopang program pemerintah yang menjadikan Toraja sebagai salah satu tujuan prioritas pariwisata.

Jadwal off dari project kali ini saya habiskan di rumah saja, di Toraja. Biasanya saya keluyuran travelling, tapi sekarang waktunya untuk bertemu dengan orang tua. Kesempatan ini saya gunakan untuk melampiaskan kerinduan saya akan makanan rumah terutama makanan khas Toraja.

Berikut ada beberapa masakan khas yang harus dicoba jika berkunjung ke Toraja. (non halal).

Pa’piong

Bisa dibilang ini adalah makanan ultimate dari Toraja, yang benar-benar khas. Pa’piong identik dengan bambu dan daging babi. Cara pembuatannya adalah dengan memotong-motong daging babi ke ukuran yang kecil kemudian digabungkan dengan daun mayana dan bumbu-bumbu lainnya. Kemudian campuran itu dimasukkan ke dalam bambu yang tidak terlalu tua, kemudian dibakar. Waktu pembakaran kira-kira 30-40 menit.

Rasanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Saya paling suka kalau sehabis dibakar, disimpan dan kemudian disangrai. Dengan sangrai ini, daun mayana dan dagingnya menjadi lebih crunchy.

sumber : sindonews

Saat ini varian dari pa’piong sudah banyak. Daun mayana tidak lagi mendominasi sebagai bahan utama, bisa diganti dengan daun lainnya, saya lupa namanya, bisa juga menggunakan nangka muda, batang pisang, atau bumbu rica-rica.

Untuk versi halalnya, daging babi bisa diganti dengan ikan atau daging ayam.

Tollo’ Pammarasan

Makanan ini mirip rawon, namun lebih kental. Selain bubuk kluwak, daging buah dari kluwak juga dipakai. Isiannya bisa menggunakan daging babi atau ikan segar. Rasanya enak, apalagi dengan tambahan cabe yang banyak. Lemak dari babi menambah kegurihan makanan ini.

sumber : visit toraja

Tollo’ Lendong

Makanan ini mirip dengan Tollo’ pammarasan, tapi bahan utamanya adalah lendong atau dalam bahasa Indonesia disebut belut. Cara memasaknya hampir sama. Untuk belutnya sendiri, sebelum dicampurkan dengan kluwak, harus dibakar terlebih dahulu untuk mengilangkan lendir dan menambah aroma. Continue reading “Toraja Culinary”

Burake Hills Swimming Pool

Untuk melengkapi suasana sejuk cenderung dingin di Toraja, selain naik ke gunung, kita juga bisa berenang di beberapa tempat yang menyediakan kolam renang. Sebut saja Makula dengan sumber air panasnya dan Tilangnga’ dengan kolam dari alam. Selain itu ada beberapa hotel yang mempersilahkan masyarakat umum untuk menggunakan kolam renangnya.

Beberapa bulan yang lalu, sebuah kolam renang yang letaknya tepat di lembah gunung Burake dibuka untuk umum. Persisnya ada di kompleks perumahan Burake Hills. Lokasinya sangat strategis karena berdekatan dengan gerbang masuk ke wisata patung Yesus di puncak gunung Burake. Continue reading “Burake Hills Swimming Pool”

Bandar di Bitcoin (?)

Investasi di bitcoin memang sangat beresiko, karena nilainya terlalu volatile, atau terlalu liar. Sejak diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto dan diperdagangkan pertama kali pada tahun 2009, nilainya bahkan lebih rendah dibandingkan dengan sepotong pizza. Sekarang, nilainya sudah pernah melebihi USD 4000 atau dalam rupiah pernah mencapai 64 juta per koin di pasar Indonesia.

Image result for bitcoin

Dalam kurun waktu sekitar 8 tahun, nilai bitcoin sudah naik beribu kali lipat. Bayangkan jika pada tahun 2009 kita memiliki 100 coin, berapa jumlahnya sekarang? Ada yang memperikirakan dalam waktu 10 tahun kedepan, nilai bitcoin bisa mencapai $100.000 per koin. Nilai yang sangat besar.

Jika mengikuti track record bitcoin selama ini, nilai tersebut tentu saja masih masuk akal, mengingat masyarakat semakin meminati investasi di bidang ini. Banyak yang optimis jika suatu saat nanti bitcoin akan menjadi salah satu instrumen yang legal untuk menggantikan mata uang konvesional.

Marketplace di Indonesia. Gain hampir 500% dalam 6 bulan.

Kelebihan sekaligus kekurangan bitcoin adalah tidak adanya pihak yang secara mutlak mengatur peredaran mata uang ini. Tidak seperti mata uang konvensional yang diatur oleh bank central dari masing-masing negara. Bitcoin bisa dibilang diatur oleh siapa saja yang memilikinya. Selain itu, biaya untuk pemindahan bitcoin dari satu orang ke orang lain bisa dibilang hampir gratis. Dengan demikian, bitcoin ini rawan digunakan sebagai sarana untuk money laundry.

Pertanyaannya apa yang menyebabkan nilai bitcoin ini menjadi bombastis saat ini. Bitcoin sebenarnya mirip seperti emas, jumlahnya terbatas dan diminati oleh pasar. Jadi secara tradisional, harga bitcoin dipengaruhi oleh supply and demand.

Supply and demand sendiri bisa dipengaruhi oleh psikologi investor itu sendiri. Sering kali harga bitcoin dipengaruhi oleh berita-berita ekonomi yang tersebar. Misalnya ketika Jepang mengeluarkan statement kalau mereka akan membuat regulasi mengenai penggunaan bit coin. Saat itu nilai bit coin langsung melonjak. Terakhir ada statement yang dikeluarkan oleh petinggi JP Morgan yang mengatakan bahwa bitcoin adalah fraud, dan akan segera collaps. Nilai bitcoin langsung jatuh hanya dalam sehari. Psikologi ini persis terjadi di dunia saham. Continue reading “Bandar di Bitcoin (?)”

When You Get Your Story Published On The News

Another first-time, my story is published on the newspaper.

Its a perk having some friends on another field of work. You can get other experience. So, regarding to my last trip to Sweden, I wrote an article on my photoblog.

And then I remember Anita, my friend from highschool. She works as an editor in a big newspaper in East of Indonesia. I tell her that I have a story that maybe can be published on her news. She said “off course!”. Continue reading “When You Get Your Story Published On The News”

Why Do I Travel Alone, A Lot ?

Tiga tahun lalu, saya mengukuhkan predikat saya sebagai orang yang suka solo-travelling. Ketika itu saya melakukan perjalanan yang saya sebut South East Asia Trip, dimana saya mengunjungi 5 negara di Asia Tenggara, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Singapura. Walaupun tidak lengkap, tapi demi menambah kesan dramatisnya, saya menamainya demikian.

Beberapa tahun kemudian, saya menambah perbendaharaan solo-travelling saya, baik domestik maupun luar negeri. Tapi bukan berarti saya selalu pergi sendiri, jika ada teman yang asik dan tujuan yang oke, saya tentu saja ikut liburan barengan.

Karena kebiasaan tersebut, ada beberapa pertanyaan yang sering muncul dari teman-teman saya.

Kamu tidak takut pergi sendirian? 

Saya termasuk orang yang nekat untuk masalah travelling. Kekhawatiran tentu saja ada, tapi selalu lenyap ketika saya sudah sampai di tempat itu. Sejak SMP saya sudah belajar untuk jauh dari rumah dan merantau di daerah orang, jadi saya sudah terbiasa dengan orang asing. Untuk transportasi, asal tujuan jelas dan ada kendaraan umum, pasti saya akan kunjungi. Continue reading “Why Do I Travel Alone, A Lot ?”

Hiking To Kungsleden

Kungsleden – The King’s Trail

Kungsleden adalah salah satu jalur hiking terkenal di dunia, NatGeo memasukkannya ke dalam list mereka bersama dengan 15 hiking trail lainnya. Rute terpanjang dari trail ini adalah sekitar 400km yang terbentang dari Abisko (utara) ke Hemmavan (selatan). Selain rute ini, terdapat banyak jalur alteratif yang bisa dipilih, dan yang paling populer adalah jalur Abisko – Nikkaluokta dengan total jarak 104km.

“I left half of my soul in Abisko” 

Kira-kira itulah yang saya katakan tiga tahun lalu ketika mengunjungi Abiko di saat winter. Ketika itu saya berkesempatan bersama teman saya berkunjung ke Abisko, salah satu taman nasional di Swedia. Pemandangannya sangat menabjubkan, danau yang terhampar luas seperti bulu domba, membeku karena suhu yang ekstrim. Saat itulah saya meyakinkan diri saya untuk kembali ke tempat ini.

Namun kali ini saya datang ketika summer, dimana perlengkapan yang dibutuhkan tidak seperti ketika winter. Jalur yang saya ambil adalah jalur yang populer, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Awalnya saya memutuskan untuk mengambil arah Nikkaluokta- Abisko, tapi kemudian saya mensyukuri keputusan saya untuk mengambil arah sebaliknya. Kenapa? Karena jalur Nikka-Abisko cenderung mendaki. :D

Visit this link for more information

Hiking To Cartenz

Last Sunday was not a good day for hike, but we made it anyway. The trip was planned two months ago before my vacation. I went with my boss and friends from church. On that rainy morning, we decided to keep moving, hoping that after several hours the weather will be okay.

We started our journey from Tembagapura to Grasberg by car. Since only one driver has license to drive thru the Heat Road, four of us should take instead. Tram is not that bad, it was fun, we can see the beautiful scenery from the high.

We reached the tram station at Grasberg aroud 6.30Am. The sky keep pouring water to the mountain. We changed the plan, we went to Cartenz Basecamp instead of Idenburg. Actually I have been at the trail to the basecamp last year, but its okay because it was too dangerous to hike to Idenburg because we the slippery road (actually it is slippery rocks). After driving about 15 minutes, we get the starting point at Zebra Wall. The rain stopped and the sky was clearer.

We passed the swamp easily, last year we have to take another route to avoid this deep swamp. Our first pos is the Blue Lake. There are three chained lake before Pintu angin. The last one is Blue Lake. We can erect the tent if we want to spend the night or just cook some light meal. My friend brought his drone to this trip, it was cool to see the video. :D

After spend our meal on blue lake, we continue to the basecamp. The track is easy but quite steep. Another challenge is the wind and the lack of oxygen. It made me really dizzy. We had to stop several time to get used with the altitude. On the way to the basecamp, we had to pass another four lakes. It was misty so we could not see the beautiful cliff on the other side. We reach the basecamp at 10 am. Continue reading “Hiking To Cartenz”

Investasi [Main] Saham

Tanggal 11 Januari 2017 gw memutuskan untuk masuk lebih dalam ke dunia pasar modal. Sbelum-sebelumnya, mungkin sekitar 4 tahun, gw sudah berkecimpung di dunia reksa dana. Return yang gw sudah dapat lumayan sih, daripada tabung di bank.

Kenapa saham? Karna gw termasuk orang yang aggresif. Biasanya kalau daftar di sekuritas, kita diharuskan untuk mengambil tes agar dapat mengetahui profil tingkat resiko yang bisa kita ambil. Saham memmang lebih ‘sadis’ daripada reksa dana. Walaupun di reksadana gw ambil reksadana saham, tapi agresivitasnya tidak terlalu naik turun.

Selain itu tentu saja gw pengen return yang lebih besar lagi. Greedy mode on. Haha. Bayangkan saja dalam sehari seham bisa memberikan return 34%. Ini kalau kita main di saham ‘gorengan’ atau saham spekulatif. Tapi hidup ini memang adil, return tinggi tentu saja resiko tinggi, sehari bisa rugi 34%. Kebayang kan? Angka ini ditetapkan oleh BEI agar saham tidak terlalu ‘liar’. Istilahnya Auto reject atas (ARA) dan Auto reject bawah (ARB).

Untuk bermain saham, kita perlu mengerti tentang trading dan investor. Keduanya sama untuk mencari untung, yang membedakan hanyalah time frame. Trading jangka pendek sedangkan investing jangka panjang. Tapi kalau misalnya rugi di trading, banyak yang berpindah ke investing karena gak rela cut loss, dengan harapan nilai saham yang dibeli akan naik lagi. haha.

Sebelum masuk ke dunia saham tentu saja gw ada persiapan. Gw mulai belajar Teknikal Analisis. Selain itu ada namanya Fundamental Analisis. Teknikal analisis adalah cara untuk memprediksi pergerakan nilai saham berdasarkan perilaku grafik sebelum-sebelumnya. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari membaca candle stick, moving average, volume, dan beberapa indicator seperti sthocastic, RSI, MACD, Fibonacci dll. Teknikal analisis cocok digunakan untuk trading. Sedangkan Fundamental analisis lebih cocok untuk jangka panjang atau investing. Jadi kita mempelajari fundamental dari perusahaan, yang paling umum adalah laporan keuangan, susunan pemegang saham, pasar dari perusahaan, politik, ekonomi, dll.

Selama tiga bulan ini, gw belajar bahwa main saham itu tidak semudah yang gw bayangkan sebelumnya. Tantangan yang paling utama bukanlah cara membaca grafik, tapi bagaimana menguasai mental diri sendiri. Kita harus tau kapan untuk mengatakan ‘cukup’.

Ketika baru mulai main saham, gw untung banyak. Dalam bulan pertama saja portofolio gw sudah berkembang hampir 20%. Lumayan kan. Gw mulai greedy dan menambah modal dari tabungan gw. Bulan kedua gw mengalami beberapa kerugian karena tidak sabar dan rasa serakah.

Oh iya, semenjak main saham, gw bergabung di beberapa grup yang membahas mengenai saham, prediksi harga, sapai curhat2an karena ‘nyangkut’ (istilah ketika membeli saham di harga tinggi kemudian harga saham terus turun). Kebanyakan mereka menggunakan aplikasi Telegram. Telegram teranyata sangat powerfull.

Terus, bulan ketiga apakah gw sudah untung?  tunggu di postingan-postingan berikutnya.. :)

Stress

Stress mungkin sudah menjadi bagian hidup dari manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari karena diputusin pacar, kehabisan uang, atau kehilangan pekerjaan. Stress sendiri bisa sangat berat atau hanya berdampak sesaat. Stress berat bisa menjadi momen yang dianggap sebagai titik terendah dalam hidup. Jika stress sudah membuat seseorang kehilangan harapan atau putus asa.

Entah mulai dari kapan gw merasakan stress pertama kali, yang gw anggap sebagai momem-momen penting dalam perjalanan hidup gw. Mungkin ketika mencuri mangga tetangga sebelah terus gw gak keluar rumah seharian. haha. Tapi gw mau menuliskan momen-momen stress yang akhirnya memberikan gw pembelajaran yang berarti.

Pertama ketika kelas 6 SD, saat ujian akhir Nasional. Waktu SD gw termasuk siswa yang berprestasi, puncaknya ketika gw bisa mewakili provinsi SulSel di lomba mata pelajaran IPA. Tentu saja pamor gw naik dan pride gw juga tinggi. Singkat cerita, ketika menunggu hasil ujian Nasional, gw sudah tau kalau hasilnya tidak akan bagus karena banyak jawaban yang salah. Gw mulai stress disitu, gw gak bisa tidur. “Mau ditaruh dimana muka gw”. Ternyata gw hanya peringkat 6 di sekolah. Stress itu berlanjut ketika masuk SMP gw juga hanya peringkat 6 dari semua siswa yang mendaftar. Dari situ gw mulai belajar ‘menerima kekalahan‘.

Kedua adalah ketika SMP. Waktu itu gw sangat aktif di kegiatan Pramuka, sampai gw menjadi Pinru dan menjadi senior yang ditugaskan untuk mengatur junior-junior. Suatu saat gw membuat kegiatan tramping/hiking sebagai ujian kelulusan Tanda Kecakapan. Di akhir acara, kami berkumpul di sebuah tempat untuk test terakhir. Gw memerintahkan seorang putri untuk berlari mengambil sesuatu. Namun sialnya dia terjatuh, dan kepalanya bocor. Saat itu dunia serasa runtuh, mata gw berkunang-kunang :D. Untung gw masih bisa sadar untuk membawanya ke rumah sakit. Sialnya, putri tersebut adalah anak dari guru BP yang terkenal sangar di sekolah. Keesokan paginya, gw bersama tim disuruh berdiri dilapangan dan diberikan ceramah. Untuk putri tersebut tidak buta karena lukanya dekat dengan alis. Gw belajar ‘tanggung jawab’ saat itu.

Ketika lulus SMA, gw tidak lulus SPMB. Sekali lagi pride gw diuji. Seorang murid yang selalu juara di sekolah tidak lulus SPMB. Kalau yang ini stress nya bertahan lama, sampai setahun. Gw harus menahan malu dan juga harus ikut kuliah di universitas yang tidak terlalu bagus. Perasaan gw selalu gundah karena merasa gw masih bisa jauh lebih baik dari ini, gw harus sekolah di tempat yang orangnya ‘setara’ dengan gw. Sombong sih :D. Tapi karena perasaan ‘tidak puas’ itu yang mengantarkan gw ke ITB, kampus idaman gw. Padahal selama persiapan SPMB kedua, orang-orang tidak mendukung gw, mereka mengatakan kamu tidak akan lolos, saingannya berat. Tapi gw berhasil membuktikan gw bisa. Disitu gw diajar arti sebuah ‘kesabaran’.

Ketika kuliah, stress karena pelajaran mungkin sudah wajar yah. Teman-teman gw di kelas pintar-pintar semua. Pelajaran yang gw terima di SMA levelnya tertinggal jauh. Bahkan teman-teman gw masih bisa tertidur di dalam kelas, tapi ketika UAS, nilai mereka A. Sedangkan gw harus mengerahkan usaha yang lebih. hehe.. Stress sesungguhnya yang gw rasakan malah ketika terlibat di unit kegiatan mahasiswa. Dua kali gw merasakan stress, pertama adalah ketika Unit kami mengalami kerugian besar di salah satu kegiatan tingkat internasional yang diadakan pengurus sebelumnya. Gw harus merasakan bagaimana dikejar-kejar vendor, dipanggil pihak kampus, dicaci oleh alumni, pengurus-pengurus dibawah gw yang tidak kompak, harus mengambil keputusan yang sangat penting untuk menentukan perjalanan unit kedepannya. Dari semua itu mungkin gw dianggap sebagai ketua yang paling ‘labil’ sepanjang sejarah. Hehe. Disini gw belajar pentingnya ‘koordinasi’ ,  ‘kepemimpinan’ , ‘wibawa’, ‘pendirian’, ‘relasi’.

Tahun terakhir di kampus gw masih harus berurusan dengan Tugas Akhir. Gw sempat ganti judul dan mendapatkan topik yang cukup menantang karena harus membantu dosen yang sedang mengambil gelar doktor di Belanda. Topik tugas akhir gw diambil dari salah satu sub bab disertasi beliau. Ternyata setelah gw lakukan penelitian dan percobaan, module yang gw buat tidak mungkin dibuat di Indonesia karena keterbatasan alat. Jika dipaksakan untuk dibuat di belanda, gw baru lulus bertahun-tahun berikutnya karena harus topiknya pasti berkembang. Akhirnya diputuskan untuk menyederhanakan batasan permasalahan gw. Nah, ketika gw sudah hampir selesai mengerjakan TA, datanglah musibah berikutnya. Waktu itu gw menjadi salah satu tim pencarian dana untuk kegiatan Unit. Sialnya, selama penyebaran proposal dana, ada oknum yang memanfaatkan proposal tersebut. Jadi dia memalsukan tanda tangan rektor. Bodohnya, proposal itu kembali ditujukan ke kantor kampus. Tentu saja orang di kantor curiga. Akhirnya gw dipanggil oleh pihak kemahasiswaan. Gw diancam akan dipecat.

“Wah, kamu bisa dikeluarkan dari kampus secara tidak terhormat kalau begini”.

Gila kannn, udah mau selesai tapi malah dikeluarkan dengan tidak terhormat. Harus bilang apa ke orang tua. Saat itu gw benar-benar pasrah. Gw gak bisa tidur beberapa hari, selalu takut ketika mendengar hp gw berbunyi, apakah itu dari kantor kehormatan kemahhasiswaan. Kalau diceritakan detail, dramanya benar-benar menyakitkan. haha. Tapi akhirnya gw tidak jadi dikeluarkan karena bantuan seorang dosen yang bisa menjelaskan duduk perkaranya dengan jelas. Sebenarnya kejadian ini tidak akan terjadi jika salah ‘seorang’ anggota kami tidak memanggil oknum yang melakukan kebodohan itu. Dari kejadian ini gw belajar untuk ‘tenang’.

Yang terakhir adalah ketika gw keluar dari pekerjaan gw yang pertama. Bodohnya adalah gw keluar ketika gw belum tau mau kerja apa berikutnya. Gw harus mulai dari awal lagi, ikut job fair dan melamar sana sini. Ternyata tidak semulus yang gw bayangkan. Gw harus menjadi pengangguran selama 4-5 bulan. Selama masa penantian itu, gw sudah pasrah akan mengambil pekerjaan apapun yang menerima gw. Jual murah. haha. Tapi untungnya gw masih bisa menahan-nahan sampai akhirnya sampai akhirnya Tuhan memberikan pekerjaan yang baik.  Yang paling gokil adalah saat itu gw diterima di salah satu perusahaan baja dari Korea, bukan krakatu posco yah, tapi gw tolak karena gajinya kecil. haha. oh iya, gw juga dichallenge untuk bisa minum soju bersama klien nantinya. haha. keputusan yang gw syukuri. Nah, gw makin mengerti akan artinya ‘kesabaran’. Jangan terburu-buru memutuskan sesuatu.

Terus setelah itu tidak stress lagi? Tentu saja masih berlanjut, tapi gw masih menunggu jawabannya. haha. dan akhirnya bisa menyimpulkan apa yang harus gw pelajari.

 

Media dan kasus Jessica – Mirna

Gak di grup WA, di rumah pun pas lagi pulang cuti, yang dibahas pasti kasus Jessica-Mirna. Kasus ini sepertinya memang jadi trending topic di negri ini. Tiap sidang pasti disiarkan langsung oleh minimal dua stasiun TV. Seperti kejadian luar biasa, mengalahkan peristiwa banjir atau kebakaran yang saat ini juga sedang terjadi.

Semua berawal dari peristiwa di Cafe Olivier Grand Indonesia. Jessica dan Mirna berada di TKP di saat bersamaan, dimana Mirna sebagai korban. Banyak pihak terutama masyarakat meyakini kalau Jessica adalah pelakunya. Mama saya aja ngotot kalau lagi nonton sidang, “Kenapa gak langsung dipenjara aja?”

Mungkin sebagai masyarakat awam, kita mudah tergiring oleh media yang kadang-kadang tidak menyajikan semua fakta yang ada. Ujung-ujungnya membentuk opini publik. Namun opini publik ini belum tentu salah juga, bisa jadi kebenaran tercermin di opini tersebut. Continue reading “Media dan kasus Jessica – Mirna”

Toleransi? Lihatlah di Toraja

Salah satu topik yang menjadi pusat perhatian masyarakat dan isue yang sangat sexy untuk di-blow up  media : Toleransi.

Hampir setiap bulan kita mendengar berita yang mencederai toleransi di negri ini, disamping kasus Jessica yang belum kelar-kelar. Mulai dari pembakaran Wihara sampai penyerangan sejumlah oknum ke sebuah Gereja. Masyarakaat mulai mempertanyakan, pakah di negri ini masih ada toleransi antar umat beragama?

Indonesia selalu [mengaku] bangga akan tolerasi beragama yang dijunjung tinggi. Namun bagi saya sendiri itu hanyalah sebuah fatamorgana. Mungkin toleransi di negeri ini jauh lebih baik dibandingkan dengan di negeri lain. [Mungkin!]. Tapi dari beberapa negeri yang pernah saya kunjungi, toleransi mereka jauh lebih baik dibandingkan negeri ini. Ironisnya negeri itu tidak beragama. #sigh.

Kembali ke topik. Contoh yang sangat jelas mengenai tolerasi beragama adalah kebebasan untuk melaksanakan ibadah. Terus terang di tulisan ini saya akan menulisakan friksi antara kaum mayoritas (Muslim) dan minoritas (non muslim) dimana kaum mayoritas memiliki ‘keleluasaan’ untuk membatasi sang minoritas. Kenapa? Karena itu yang saya saksikan. Continue reading “Toleransi? Lihatlah di Toraja”